Anggota Komisi III DPR RI, Nudirman Munir Bicara Penegakan Hukum (2)
Mencuatnya stigma “ATM Berjalan” bukanlah hal baru dalam penegakan hukum. Tak ubahnya anjungan tunai mandiri (ATM), sebutan ini ditujukan kepada oknum aparat penegak hukum baik polisi, jaksa atau pun hakim, memanfaatkan posisi lemah tersangka atau terdakwa untuk mengeruk keuntungan.
Persoalan inilah jadi salah satu bahasan anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR RI. Nudirman sebagai salah seorang anggota Baleg menilai persoalan ini tak lepas masih banyaknya celah-celah hukum membuat oknum penegak hukum bermain. Contohnya proses penyidikan, belum jelas berapa lamanya. Bisa seminggu, sebulan, setahun atau bertahun-tahun. Continue reading ‘Revisi UU, Penegak Hukum Bisa Dipidana’
Revisi UU, Penegak Hukum Bisa Dipidana
•Maret 6, 2012 • Tinggalkan sebuah KomentarProduk Kolonial, Masyarakat selalu Disalahkan
•Maret 6, 2012 • Tinggalkan sebuah KomentarAnggota Komisi III DPR RI, Nudirman Munir Bicara Penegakan Hukum (1)
Produk Kolonial, Masyarakat selalu Disalahkan
Equality before the law (persamaan di hadapan hukum, red) masih menjadi persoalan krusial belakangan. Pisau hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Upaya penegakkan hukum belumlah mampu memberikan jaminan dan kepastian bagi masyarakat kecil. Bagaimanakah itu terjadi? Continue reading ‘Produk Kolonial, Masyarakat selalu Disalahkan’
Kebijakan Setengah-tengah, Hasil tak Jelas
•Maret 6, 2012 • Tinggalkan sebuah KomentarRefleksi Bidang Kemiskinan Sumbar 2011
ENTAH setan apa bergelayut di benak Parmianto, 38, warga Batuhampar, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pelepah pohon kelapa tak jauh dari bengkel tempatnya sehari-hari bekerja.
Kejadian berlangsung Senin pagi (2/1/12) itu, jelas membuat warga setempat gempar. Apalagi Pitra, 35, sang istri. Motif ekonomi diduga kuat jadi pemicu Permianto memilih bunuh diri di awal pergantian tahun 2012.
Aksi nekat juga dilakukan Jon Erwin Sinaga, 45, warga Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pria sehari-harinya bekerja jadi kontraktor ditemukan tewas gantung diri di pohon bakau di KM 1,5 Tuapejat, Minggu (17/12) dini hari. Lagi-lagi motif keluarga dan desakan ekonomi jadi pemicunya. Aksi bunuh diri ini dilakukan Jon hanya beberapa hari setelah kontraknya di Dinas Pendidikan setempat diputus.
Lain lagi perasaian hidup Yul Afrina, 26, kampung Sapansalak, Nagari Pakanrabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Ibu muda tiga anak ini harus mati-matian membesarkan buah hatinya. Syahril, 28, sang suami tak bisa berbuat
banyak seiring penyakit dideritanya. Continue reading ‘Kebijakan Setengah-tengah, Hasil tak Jelas’
Nyamannya Mobil Satu untuk Sejuta Impian
•November 28, 2011 • Tinggalkan sebuah KomentarDari Test Drive All New Avanza di Sumbar, 22-24 November 2011 (1)
Selang beberapa hari setelah diluncurkan di Sumbar, demam All New Avanza langsung terasa. Setidaknya itu terlihat dalam test drive All New Avanza di Sumbar, Selasa-Kamis (22-24/11) lalu. Bagaimana serunya mengendarai All New Avanza melibatkan jurnalis media cetak dan online nasional, serta lokal ini? Continue reading ‘Nyamannya Mobil Satu untuk Sejuta Impian’
Hadirkan Revolusi Pertama sejak 2004
•November 28, 2011 • Tinggalkan sebuah KomentarPesan Sekarang, Dapat Mobilnya Agustus 2012
•November 28, 2011 • Tinggalkan sebuah KomentarDari Test Drive All New Avanza di Sumbar 22-24 November (3/habis)
Revolusi pertama sejak 2004 dihadirkan pabrikan Toyota terhadap produk unggulannya All New Avanza, terasa tak sia-sia. Produk terbaru ini langsung mendapat perhatian publik, tak terkecuali di Sumbar. Orang rela menunggu lama guna mendapatkan mobil satu untuk sejuta impian ini.
Continue reading ‘Pesan Sekarang, Dapat Mobilnya Agustus 2012′
Fasli Jalal, Mantan Wamendiknas
•Oktober 19, 2011 • Tinggalkan sebuah KomentarLegowo, Ngaku tak Dikasih Tahu
Drama reshuffle (perombakan, red) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II memang sudah berakhir. Bahkan, kemarin (19/10) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah melantik menteri, wakil menteri dan pejabat setingkat menteri pilihannya. Namun, ada salah satu nama seakan-akan hilang dari peredaran, siapa lagi Fasli Jalal, mantan Wamendiknas, bagaimana posisinya sebenarnya?
Rommi Delfiano—Padang
Nyaris nama Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) hilang dari peredaran di tengah hingar-bingar reshuffle kabinet. Padahal, publik mengatahui bahwa Fasli termasuk salah satu pejabat Kemendiknas yang menduduki posisi strategis (wamendiknas, red).
Ketika mantan Rektor Unand Musliar Kasim sudah dipanggil SBY ke Puri Cikeas, Bogor, Jumat (14/10) lalu untuk menjadi Wamendikbud Bidang Pendidikan, publik masih beranggapan Fasli masih Wamendiknas. Apalagi pemerintah sendiri mengatakan, wakil menteri pendidikan dan budaya jadi dua, bidang pendidikan dan kebudayaan.
Namun, sehari setelah itu publik baru mengetahui bahwa posisi Fasli selaku wamendiknas mulai terancam. Ini seiring dipanggilnya Wiendu Nuryanti, Guru besar Fakultas Teknik UGM Yogyakarta ke Puri Cikeas untuk menduduki posisi Wamendikbud Bidang Kebudayaan. Namun, lagi-lagi tidak ada informasi pasti soal posisi Fasli. Baru saat SBY mengumumkan formasi KIB jilid II, tak ada nama Fasli di situ. Di situlah baru diketahui Fasli kena reshuffle, tanpa mengetahui penyebabnya. Continue reading ‘Fasli Jalal, Mantan Wamendiknas’

Komentarmu