Mapolres Limapuluh Kota Diserang

Dipicu Tindakan ”Main Pukul”, Pos Lantas Dibakar
Tindakan kekerasan polisi pada warga berujung dengan aksi massa, kembali terjadi. Belum tuntas benar pengungkaan kasus penerbuan massa ke Mapolsek Lengayang Pesisir Selatan (Pessel), tadi malam ratusan massa kembali menyerang Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Limapuluh Kota di Jalan Negara Sumbar-Riau. Massa dari Jorong Ketinggian, Jorong Sarilamak, dan Ulu Aia, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota melempar Mapolres sekitar pukul 20.30 WIB.

Sebelum menyerang Mapolres, massa sekitar 500 orang juga membakar Pos Polisi Lalu Lintas (Pos Lantas) yang berdiri di pertigaan jalan menuju Lembah Harau dan Pekanbaru, atau di pintu gerbang kantor Bupati Limapuluh Kota. Aksi massa ini diduga kuat sebagai buntut atas tindakan tiga anggota Polres Limapuluh Kota.

Beruntung aksi massa tidak memancing tindakan serupa dari anggota Polres Limapuluh Kota. Sehingga peristiwa yang menyedot perhatian ratusan pengemudi kendaraan Sumbar-Riau tersebut, dapat diselesaikan dengan jalur musyawarah, sekitar pukul 22.30 WIB.
Informasi dari sejumah warga yang dihimpun Padang Ekspres di lokasi kejadian menyebutkan, aksi penyerangan Mapolres terjadi, persis ketika Kapolres Limapuluh Kota AKBP Benny Setyawan bersama sejumlah perwira polisi sedang mendengar santapan rohani menjelang shalat Tarawih di Masjid Syuhada, kompleks Mapolres.
Dipicu Main Pukul
Aksi massa diduga dipicu oleh tindakan ”main pukul” tiga oknum anggota Polres Limapuluh Kota berpangkat Bripda, berinsial “N”, “F”, dan “M”, terhadap seorang pemuda Sarilamak bernama Ucok (14), pada Minggu siang, sekitar pukul tiga siang. Ketika itu, Bripda “N” yang baru saja kehilangan helm sedang lewat di pasar Sarilamak. Tiba-tiba dia melihat barang miliknya dipakai oleh Ucok.
Karena penasaran, “N” menanyakan kepada Ucok dari mana dia mendapat helm tersebut. Kemudian, “N” juga meminta helm yang hilang sekitar dua hari lampau, agar segera dikembalikan.
Tapi Ucok yang mendapatkan helm dari seorang anggota Polres Limapuluh Kota, yang kebetulan tinggal di rumahnya, tidak memenuhi permintaan “N”. Akibatnya, terjadilah cekcok antara dua orang yang masih berusia muda ini.
Cekcok tersebut, menurut Kapolres Limapuluh Kota AKBP Benny Setyawan yang dikonfirmasi Padang Ekspres tadi malam, akhirnya berujung kepada perkelahian antara “N” dengan Ucok.
Masih kata Benny, melihat perkelahian tersebut, warga Sarilamak yang ada di sana, ikut membantu Ucok. Mungkin karena tidak seimbang, dua anggota polisi yang merupakan anggota Bripda “N”, memberikan pula pertolongan. Sehingga terjadi bentrok antara polisi dengan warga.
”Tapi perkelahian itu tidak berlangsung lama, karena sejumlah tokoh masyarakat Sarilamak, kemudian berupaya menyelesaikan masalah ini dengan jalur musyawarah,” terang AKBP Benny Setyawan.
Panas Lagi
Setelah perdamaian tersebut, situasi ternyata belum kondusif seutuhnya. Warga Sarilamak diduga terprovokasi oleh oknum tertentu, sehingga mereka menggelar unjuk rasa ke Mapolres Limapuluh Kota, bersama warga Ketinggian dan Ulu Aia, sekitar pukul 17.00 WIB.
Ketika warga unjuk rasa inilah situasi bertambah panas dan tegang. Hingga kemudian, Pos Polantas yang berada di pertigaan Sarilamak dibakar. Begitupun dengan Mapolres, dilempar dengan batu. Tak jelas, siapa yang membakar dan melempar.
Benny Setyawan, menduga, ada oknum yang memprovokasi warga dari tiga kawasan tersebut. Meskipun demikian, Benny tidak terlalu jauh mengomentarinya.
Dia hanya mengatakan, bakal menindak tegas tiga oknum anggota yang terlibat memukul warga tersebut. ”Bahkan, ketiganya sudah saya periksa dan tahan. Besok (hari ini) keluarga korban akan diminta untuk melapor ke Mapolres,” kata Benny.
Dia juga menyebut, bila laporan keluarga korban sudah masuk dan proses pemeriksaan terhadap anggotanya sudah dilakukan, maka sidang atau proses hukum berikutnya, akan dilaksanakan terbuka untuk umum.
”Kami tidak akan tutup-tutupi kasus ini. Nanti, sidang bakal terbuka untuk umum. Sehingga korban dan warga dapat mengetahui,” tegas Benny.
Dalam pertemuan dengan wali nagari, niniak mamak, tokoh masyarakat, dan pemuda Sarilamak, Benny juga meminta, agar dapat mengendalikan massa. Sebab bagaimanapun, Mapolres Limapuluh Kota juga dibangun dari uang pajak rakyat.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Mapolres Limapuluh Kota terlihat mulai terkendali. Meskipun demikian, puluhan polisi tampak tetap berjaga-jaga di halaman Mapolres. Sedangkan di pertigaan Sarilamak, puluhan warga juga berkumpul di depan Pos Polantas yang terbakar. (frv/jon/padek)

Iklan

2 pemikiran pada “Mapolres Limapuluh Kota Diserang

  1. oknum polisi tersbut mestinya jngan kayak gtu….saya sbgai pemuda ktinggian mrasa ksian kpda oknum tersbut,knpa tidak,,,??masa seorang oknum polisi brpndidikan sperti itu mlkukan hal bodoh…sprti jgoan aja….klo mau duel dngan snang hti saya ladeni..by tagor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s