Dikenal Tegas, Berharap Polwan Lebih Banyak jadi Kapolres

AKBP Nina Febri Linda, Kapolres Penyuka Olahraga Bersepeda
boks polisiKaum perempuan mengemban jabatan Kapolres, boleh jadi bukanlah hal biasa di negeri ini. Hanya tercatat lima ”Kartini” memegang tongkat komando Kapolres di seantero Nusantara. Satu di antaranya AKBP Nina Febri Linda, yang telah satu tahun delapan bulan menjabat Kapolres Tanahdatar. Bagaimana kesehariannya?
KEGUSARAN terlihat di wajah AKBP Nina usai mendapat banyak laporan pungutan liar (pungli) dari masyarakat Tanahdatar, terutama pengguna mobil boks ketika melintas di jembatan Ombilin Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanahdatar. Bahkan, dirinya juga menerima forward pesan singkat dari Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadigoe.
”Saya kan menjadi malu pula sampai harus menerima forward SMS (pesan singkat) dari bupati pula. Padahal, di sana kan sudah ada petugas pos lantas,” aku AKBP Nina kepada Padang Ekspres, tadi malam (19/4), menuturkan kejadian empat bulan lalu.
Gerah mendengar laporan itu, AKBP Nina pun berinisiatif melakukan operasi mendadak (sidak). Hanya melibatkan seorang anggotanya yang berperan sebagai sopir mobil boks pikap, AKBP Nina pun melakukan sidak pukul 23.00 dari arah Batusangkar menuju Solok.
Ternyata, laporan itu benar adanya. Sewaktu melintas di depan pos lantas Ombilin, beberapa orang menghentikan mobil pikup tersebut dan meminta uang.
“Sewaktu kita berputar lagi dari arah Solok ke Batusangkar, lagi-lagi mobil kita dihentikan oleh orang tadi. Ya, meminta sejumlah uang. Biasanya Rp 5 ribu, sampai Rp 15 ribu bagi truk bermuatan. Kendati tak ada anggota yang memungut, namun kenapa dibiarkan saja. Apalagi di depan mata pos lantas. Terlebih lagi, kejadian itu sudah berlangsung puluhan tahun,” sebut AKBP Nina heran.
Tak menunggu lama, AKBP Nina pun mendatangi pos lantas Ombilin. Kekagetan langsung terpancar di wajah dua anggota yang piket malam itu. Di hadapan mereka, telah berdiri komandannya.
”Melihat saya, mereka langsung kaget. Saya pun memarahinya. Kenapa masih ada pungli padahal kan sudah ada petugas pos lantas,” sebut AKBP Nina. Keduanya pun langsung disidang disiplin. Sampai akhirnya, salah seorang dimutasi dari Satlantas ke Sabhara. Seusai kejadian itu, AKBP Nina tak lagi mendapatkan laporan pungli di kawasan Ombilin.
Ya, begitulah seorang AKBP Nina menertibkan anggotanya yang tak disiplin. Kendati perempuan, AKBP Nina dikenal tegas dalam menegakkan disiplin. Bila ada anggota tak disiplin, biasanya disidang, dan punishment (hukuman) pun pastilah sudah menunggu. Sedangkan anggota berprestasi dan menegakkan disiplin, AKBP Nina pun tak segan pula memberikan reward (penghargaan).
”Baru-baru ini, kita memberikan penghargaan kepada anggota bagian inventaris barang milik negara. Kita nilai dia memang disiplin menjalankan tugas. Selain sertifikat, juga sedikit uang. Terpenting, kita ingin menggugah anggota lain agar bisa mencontoh,” sebut AKBP Nina.
Upaya “bersih-bersih” terhadap anggota, diakui AKBP Nina, menjadi prioritasnya. Pekan lalu, dia melakukan tes urine terhadap 29 anggota. Dia tak ingin anggotanya yang notabene penegak hukum, justru terlibat dalam belenggu narkoba. “Alhamdulillah mereka negatif semua. Saya sempat terkejut pula mendapat hasil tersebut,” sebut AKBP Nina.
Menjaga kedekatan dengan masyarakat, juga sudah menjadi proritas AKBP Nina selama menjadi Kapolres. Ya, sesuai program Kapolda Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto, tanpa hari tanpa silaturahmi, biasanya AKBP Nina bersama anggotanya bersepeda mengunjungi tiap Polsek di Tanahdatar (11 Polsek).
“Banyak hal yang kita rasakan dengan bersepeda. Selain bisa berolahraga, juga bisa berkomunikasi dengan masyarakat selama dalam perjalanan. Nah, sesampai di Polsek, kita biasanya mengumpulkan tokoh masyarakat. Di sana, kita bersilaturahmi dan mengetahui apa keluhan masyarakat. Kita juga mengajak mereka bersama-sama menjaga kamtibmas,” sebutnya.
AKBP Nina yang juga mempunyai program siraman rohani terhadap anggota setiap Kamis itu, sudah sering jatuh dari sepeda. Pernah suatu kali ketika berkunjung di Polsek Pariangan, AKBP Nina terpeleset dan jatuh di hadapan anggotanya. Sempat nervous, akhirnya AKBP Nina berhasil menguasai diri.
Seiring momen peringatan Hari Kartini, AKBP Nina berharap lebih banyak lagi polwan mendapat kesempatan menjabat Kapolres. Sewaktu dilantik menjadi  Kapolres Tanahdatar, terdapat 12 polwan menjadi Kapolres se-Indonesia. Kini, hanya tinggal lima orang, salah satunya, Kapolres Payakumbuh AKPB Yuliani.
”Kita berharap polwan mendapat lebih banyak lagi kesempatan menjadi Kapolres. Terlebih lagi, kemampuan polwan dalam memimpin sudah teruji. Cuma mungkin kesempatan belum sepenuhnya terbuka,” kata ibu dari dua orang anak itu. (***)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s