Pilot

pilot_1Satu waktu, seorang pria berbadan tegap melangkah pasti mendekati badan pesawat tempur jenis Hawk 100-200 TNI AU yang tengah parkir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman. Dari pakaiannya, semua pasti tahu bahwa dialah yang bakal menerbangkan burung besi itu. Ya, pakaian yang dikenakannya menjadi penanda. Persis seragam personel TNI AU yang sehari-hari menerbangkan pesawat tempur tersebut.
Tak lama dengan keyakinan yang dimilikinya, pria itu menaiki pesawat canggih tersebut. Ya, dia memasuki ruang pilot dan memasang masker oksigen. Pertanda bersiap-siap menerbangkan pesawat itu. Melihat gelagatnya, banyak orang pasti menyangka bahwa pria itu betul-betul menerbangkan pesawat itu.
Terlebih lagi, beberapa waktu saat kemudian pria itu mengacungkan jari jempolnya, pertanda dirinya bersiap untuk terbang.
Namun tunggu dulu, ternyata pria itu bukanlah seorang pilot sesungguhnya. Ya, dia adalah orang tak asing lagi bagi publik Ranah Minang. Dialah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Irwan mendapat undangan khusus dari Komandan Lanud Tabing Letkol Penerbang Muhammad Apon guna merasakan langsung duduk di atas ruang kemudi pesawat tempur jenis Hawk 100-200 TNI AU.
Ya, sepekan terakhir, personel TNI AU bersama empat pesawat tempur jenis Hawk 100-200 TNI AU melakukan latihan di udara Kota Padang. Selama ini, keempat pesawat itu berpangkalan di Lanud Pekanbaru. Sebuah pemandangan langka tentunya, menyaksikan deru pesawat tempur di atas langit Kota Padang. Bahkan banyak orang bertanya-tanya, ada apa sebetulnya terjadi. Bukan sehari, namun sekitar lima atau enam hari pesawat tempur itu menderu di langit Padang.
Nah, entah sebagai bentuk kehormatan kepada sejumlah tokoh di daerah ini, Komandan Lanud Tabing Letkol Penerbang Muhammad Apon pun mengundangnya. Tak hanya gubernur, namun juga Wakil Gubernur Muslim Kasim, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, tak terkecuali Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah. Salah satu tujuannya, guna menarik minat anak muda Sumbar berkiprah di dunia penerbangan TNI AU.
Sebetulnya, wajar-wajar saja itu terjadi. Namun, seiring Sumbar mau melaksanakan pemilihan gubernur sekitar 9 Desember 2015 mendatang, tak sedikit orang mengait-ngaitkan dengan alek demokrasi terbesar di Sumbar itu. Semua jelas tahu, tiga dari empat tokoh yang mendapat kesempatan duduk di kursi kemudi pesawat tempur jenis Hawk 100-200 TNI AU itu, tak lain nama-nama yang diyakini bakal berlaga dalam pilgub mendatang.
Terlepas daripada itu, bukan tak mungkin secara tak langsung, Apon melalui ajang ini seakan menunjukkan kepada publik bahwa daerah ini sedang menjaring pilot yang bakal menerbangkan daerah ini lima tahun ke depan. Menerbangkan pesawat berpenumpang lebih dari 5,6 juta. Bukan pesawat tempur jenis Hawk 100-200 TNI AU itu. Jelas bukan perkerjaan mudah tentunya. Terlebih lagi belakangan Sumbar disebut sejumlah kalangan jauh tertinggal. Di Sumatera saja, disebut hanya lebih baik sedikit dari Bengkulu.
Harus diakui bahwa sebetulnya Sumbar bukanlah tengah berjalan mundur. Namun, provinsi lain berjalan lebih cepat beberapa langkah ketimbang Sumbar. Ya, jadinya seperti sekarang ini. Sumbar sedikit tertinggal dibandingkan provinsi lain. Tapi, tak apalah yang penting kita tetap berjalan maju. Bukan tak mungkin, bisa melangkah lebih cepat mengejar ketertinggalan ketimbang provinsi lain. Tentu, tiang bakal ditentukan pada 9 Desember mendatang. Harapan besar jelas bakal disandangkan 5,6 juta penduduk Sumbar lima tahun ke depan.
Dari tokoh-tokoh yang muncul, jelas ada harapan Sumbar bakal bisa dibawa lebih maju. Selain duo incumbent dan ketua DPRD Sumbar, ada pula duo anggota DPR RI Epyardi Asda dan Mulyadi, belum lagi nama sekaliber mantan wali kota Padang Fauzi Bahar, Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadigoe, Bupati Solok Syamsu Rahim dan nama lainnya.
Sepak terjang tokoh-tokoh ini, jelas tak perlu diperdebatkan lagi. Semuanya sudah berbuat bagi Sumbar, biarpun nyatanya ada sebagian yang kontribusinya bagi Sumbar masih perlu diperdebatkan lagi. Terpenting, mereka sudah berbuat. Tentunya, masyarakat jelas sudah mengetahui seperti apa kontribusi yang sudah diperlihatkan tokoh-tokoh itu selama ini.
Yang pasti, Sumbar betul-betul membutuhkan pilot yang benar-benar handal, pekerja keras, banyak bekerja sedikit bicara, berjaringan luas dan profesional. Bukan pemimpin yang “tersandera” dengan rutinitas yang cenderung melenakan. Ya, seorang pilot yang bukan hanya bisa menerbangkan pesawat tempur super canggih, namun seorang pemimpin yang mewakafkan dirinya untuk kemajuan daerah ini. Ingat, pemimpin yang mewakafkan dirinya. Bukan hanya mengejar kekuasaan. Bukan pula pemimpin yang hanya memimpin pada kelompok tertentu, namun masyarakat keseluruhan. Pemimpin yang meletakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok, parpol dan lainnya. Siapa dia, kitalah yang akan menentukannya nanti! (*)
Email: pandeka2005@yahoo.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s