Ubah Mindset, Murid-Orangtua Dilibatkan

Perjuangan SDIT Adzkia 1 Padang Meraih Adiwiyata Mandiri 2015
adzkia12Meraih Piala Adiwiyata jelas bukan pekerjaan mudah, apalagi meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri. Begitu pulalah perjuangan SDIT Adzkia 1 Padang meraih penghargaan di bidang kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup di sekolah tersebut. Bagaimana perjuangannya?

Jumat (5/6) lalu, menjadi momen spesial bagi keluarga besar SDIT Adzkia 1 Padang. Untuk kali pertamanya, sekolah berlokasi di Taratakpaneh, Kecamatan Kuranji, Padang itu, berhasil meraih Piala Adiwiyata Mandiri 2015 dari Presiden Jokowi di Istana Bogor. Kebahagiaan tak ternilai itu, dirasakan betul Kepala Sekolah SDIT Adzkia 1 Padang, Darman yang menerima piala tersebut dari presiden.
Keberhasilan SDIT Adzkia 1 Padang meraih Piala Adiwiyata Mandiri 2015 tidaklah diperoleh dengan mudah. Perjuangan itu sudah dimulai sejak sekolah ini berdiri tepatnya 15 Juli 1996 lalu. Khusus Adiwiyata Mandiri 2015 ini, persiapan intensif dilakukan sejak lima tahun terakhir. Tak hanya melibatkan pengelola atau yayasan dan guru, namun juga orangtua dan murid itu sendiri.
”Di awal-awal dulu, lingkungan sekolah ini boleh dikatakan gersang. Walaupun ada perpohonan, namun jumlahnya bisa dihitung. Bahkan ketika angin kencang, plastik atau sampah-sampah lainnya berterbangan dan terkadang bisa menutupi wajah kita,” kenang Syaiful Bahri, Kabid Keuangan dan Sarana Prasarana kepada Padang Ekspres, baru-baru ini.
Nah beranjak dari kondisi inilah, semua elemen pun dikumpulkan guna membicarakan bagaimana pembenahan lingkungan hidup di SDIT Adzkia 1 Padang. Di awal-awal pembenahan lingkungan sekitar sekolah ini dilakukan, sejumlah tantangan dihadapi pihak sekolah. Terlebih lagi, waktu itu jumlah sumber daya manusia masih terbatas. Belum lagi, tantangan bagaimana mengubah mindset (pola pikir) guru, murid dan orangtua sadar terhadap lingkungan.
”Yang kita lakukan itu adalah bagaimana mengubah mindset, sekaligus membangun karakter murid-murid agar peduli lingkungan. Ya, mau tak mau tantangan ini harus dihadapi bila ingin berubah,” kata Darman. Hal pertama yang disentuh, berada pada tenaga guru. Bila seorang guru sudah peduli lingkungan, nantinya ”virus” itu dengan sendirinya akan ditularkan kepada murid-murid.
Berbagai program pembinaan pun dilakukan pimpinan SDIT Adzkia 1 Padang terhadap guru. Mulai dari sosialisasi, pelatihan dan kegiatan-kegiatan lainnya yang tujuan akhirnya mampu membentuk karakter guru agar peduli lingkungan. ”Sebetulnya, konsep peduli lingkungan hidup ini sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW melalui hadis-hadisnya. Dalam berperang misalnya, dilarang membunuh anak-anak ibu-ibu dan tidak menebang pohon. Artinya, sudah menjadi satu kesatuan dengan ajaran Islam itu sendiri,” terang Syaiful.
Nantinya, terang Syaiful, guru-guru inilah yang menjadi pelopor mengubah mindset murid-murid termasuk orangtua agar peduli lingkungan. Lambat laun, murid-murid pun mulai menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program, sebut saja pengelolaan Bank Sampah Mandiri (BSM) SDIT Adzkia 1, UKS (unit kesehatan siswa) dan dokter kecil, taman lalu lintas dan polisi kecil. Lalu, green house, pasar reuse atau pasar murah. Berkat adanya BSM SDIT Adzkia 1 ini, nyaris tak ada sampah berserakan di lingkungan sekolah tersebut.
Khusus pasar murah ini, dijual barang-barang bekas berkualitas berasal dari murid, guru dan orangtua murid. Lantas bagaimana hasil penjualannya? Ternyata bukan diberikan kepada sekolah atau dibagi-bagikan kepada murid, namun dibelikan kepada sembako. Nah, sembako inilah yang nantinya diberikan kepada warga kurang mampu di lingkungan SDIT Adzkia 1 Padang. ”Kita juga punya program 10 menit bersih pagi dan 5 menit bersih di sore hari, lomba kelas bersih, lomba kelas adiwiyata, hutan sekolah, taman buah, dan kolam pembelajaran,” ujar Aswandi, SSos I, Kasi K3 Yayasan Adzkia yang juga pelopor Adiwiyata SDIT Adzkia.
Untuk lebih mendekatkan diri murid kepada lingkungan sekolah, guru pun membuat program khusus salah satunya mendorong siswa langsung belajar ke alam. Makanya bukanlah menjadi hal yang tabu ketika murid melakukan riset, mengamati dan mengecek secara sendiri tanaman-tanaman di lingkungan sekolah. Melalui metode ini, murid-murid bisa lebih menikmati pembelajaran dan lebih mendalaminya.
Berkat kerja keras dan perjuangan panjang itu, kini lingkungan SDIT Adzkia 1 Padang berubah total. Nyaris tak ada lagi lingkungan yang gersang. Sebagian besar lingkungan sudah ditutupi pepohonan. Tak hanya pepohonan besar, juga ada tanaman obat-obatan, cabai, tomat, jagung dan lainnya. “Kini murid sudah bisa belajar di luar ruangan dengan suasana sejuk dan nyaman,” ujar Ronika Putra, Kasi Humas Yayasan Adzkia Sumbar. (***)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s