Kiprah Adi Gunawan Memimpin Dharmasraya

Dongkrak Perekonomian lewat Pemetaan Potensi
adi gunawanBukan perkara mudah memimpin daerah pemekaran, tak terkecuali Kabupaten Dharmasraya. Tak hanya membutuhkan kerja keras, namun harus didukung berbagai terobosan yang mampu mengangkat harga diri daerah. Tentunya, supaya bisa berdiri sejajar dengan daerah lainnya.
Inilah yang dilakukan duet Bupati Dharmasraya Adi Gunawan dan dan Wakil Bupati Syafruddin R. Berkat tangan dingin keduanya, lambat laun perekonomian Dharmasraya dapat berlari kencang. Bahkan dibandingkan daerah pemekaran lainnya di Sumbar, Dharmasraya jauh melejit perekonomiannya.    
Bupati Dharmasraya Adi Gunawan saat berdiskusi di Graha Pena Padang Ekspres, Rabu (17/6), tak memungkiri apa yang dicapai Dharmasraya hari ini, tak terlepas dari bupati sebelumnya. Kendati begitu, keberhasilan itu buah dari kerja keras dan kreativitas jajarannya dalam memaksimalkan potensi di Dharmasraya, seperti tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015.
Dalam RPJMD itu, “kabinet” Adi Gunawan memetakan potensi 11 kecamatan di daerah tersebut. Selain sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, dan perternakan, saat ini juga tengah disiapkan Dharmasraya sebagai kawasan industri dan perdagangan.
Setidaknya, dalam dialog yang dipandu Pemred Padang Ekspres Nashrian Bahzein, terdapat dua kecamatan yang bisa didorong menjadi kawasan industri. Yakni, Kecamatan Padanglaweh dan Sitiung. Di kedua kecamatan itu, berpotensi dibuka pabrik industri olahan, terutama kelapa sawit.
“Saat ini, jumlah perkebunan sawit di kabupaten ini mencapai 93 ribu hektare dengan perkiraan hasil panen mencapai 1,342 juta ton setiap hektare dalam setahun,” sebut Adi Gunawan didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Irsyad, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Junaedi Yunus, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Prih Handoko, Sekretaris Bappeda Paryanto, Kabag Humas Budi Waluyo dan beberapa staf lainnya.
Kelapa sawit kini tidak lagi dibawa keluar. Namun, diolah dengan mendirikan sejumlah perusahaan minyak sawit dan lainnya. Sejauh ini, sudah ada beberapa investor yang menyatakan kesiapannya mendirikan pabrik olahan guna mengolah tandan buah segar (TBS).
“Bila ini terwujud, jelas bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” sebut Adi Gunawan dalam diskusi yang juga dihadiri Wapemred Heri Sugiarto dan Revdi Iwan Syahputra, Redaktur Pelaksana Rommi Delfiano, Suryani, dan lainnya.
Selain kelapa sawit, Pemkab Dharmasraya merencanakan pabrik pengolahan karet. Sejauh ini, tercatat 38 hektare lahan ditanami karet dan mampu menghasilkan karet 35 ribu ton per tahun. Begitu pula kakao, pinang, dan peternakan. Khusus peternakan, kini populasinya mampu meningkat berkali-kali lipat seiring dikembangkannya pola integrasi sawit dan sapi.
Selain industri olahan hasil perkebunan, Permkab Dharmasraya kini tengah konsen meningkatkan industri rumah tangga. Ada beberapa potensi yang digarap maksimal, seperti batik tanah liek, batubata, kuliner, dan lainnya.
Menariknya, Kecamatan Sungairumbai masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sumbar. Artinya, kecamatan ini sudah menjadi daerah strategis provinsi. Ini tak terlepas dari besarnya potensi perdagangan di kecamatan. Sekadar diketahui, kecamatan ini berbatasan langsung dengan Jambi. Kecamatan Kotobaru dan Pulaupunjung, juga diarahkan sebagai kawasan jasa dan perdagangan.
“Kita sudah petakan sesuai potensi daerah. Kita sudah mulai menjalankan dan saat ini sudah mulai tampak,” kata Adi Gunawan.
Di Kecamatan Pulaupunjung dan Padanglaweh, diarahkan ke sektor pendidikan. Saat ini telah berdiri sejumlah kampus dengan berbagai latar belakang pendidikan. Mulai dari kesehatan, keguruan, pertanian, dan informatika. Keberadaan sekolah tinggi dan perguruan tinggi ini, telah menarik minat mahasiswa dari Jambi dan Riau.
Khusus Unand, kini sudah berdiri Kampus III Unand Dharmasraya. Setiap tahun menerima sekitar 150 orang mahasiwa baru. Secara tidak langsung, makin memperluas akses putra daerah masuk perguruan tinggi negeri.
Potensi lainnya yang sedang digarap Pemkab Dharmasraya, yakni sektor pertambangan. Sebut saja potensi tambang batu bara, bijih besi, mangan, emas sekunder, dan beberapa hasil tambang lainnya. “Kita sudah menjalankan beberapa langkah strategis dan tinggal komitmen dalam menjalankannya,” kata Adi Gunawan yang akan berakhir masa baktinya pada 12 Agustus mendatang.
Potensi wisata juga menjadi perhatian Pemkab Dharmasraya. Sebut saja kawasan cagar budaya candi di Sitiung, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Begitu pula keberadaan stadion utama Sport Center Dharmasraya, nantinya dilengkapi ruang terbuka hijau dan fasilitas publik lainnya.
Guna mendukung semua itu, Adi Gunawan fokus mengarahkan pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan. Tahun ini, sedang proses lelang pembangunan jembatan kabel Sungaidareh dengan besaran anggaran Rp 200 miliar atas bantuan APBN. Nantinya, jembatan ini bisa menjadi ikon Dharmasraya.
“Konsepnya serupa dengan Jembatan Balerang di Batam. Pada jembatan ini, juga dibuat jalur khusus bagi masyarakat yang ingin berhenti sejenak tanpa mengganggu arus lalu lintas. Setelah Lebaran akan dimulai pekerjaan. Bentang jembatan ini mencapai 220 meter dengan lebar 17 meter. Ini bisa menjadi ikon, karena baru satu-satunya di Sumbar,” kata Adi.
Ke depan, Adi Gunawan sudah membuat program strategis Dharmasraya. Salah satunya mengembangkan kawasan strategis Sungairumbai, pembangunan Sport Centre, RSUD Traumatic Centre, dan sejumlah pengembangan kawasan industri.
Berkat kerja keras dan terobosan itu, sejumlah penghargaan bertaraf lokal dan nasional berhasil diperoleh Adi Gunawan dalam lima tahun kepemimpinannya. Sebuat saja Transmigrasi Awards Nasional dari Menakertrans, Satyalencana Bakhti Koperasi dari Menkop UKM, Satus Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) terbaik 1 nasional 2015. Terbaru, Adi Gunawan memperoleh penghargaan Inovatif Award 2015. (eka rianto)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s