Unand Butuh Pemimpin yang Mampu Berinovasi

Bisa Mewujudkan World Class University
Pemilihan Rektor 2015-2019 Padang, Padek—Tujuh  calon sudah memastikan bertarung dalam dalam pemilihan rektor Unand periode 2015-2019 mendatang. Jelas bukanlah perkara mudah bakal dihadapi rektor mendatang, terutama mewujudkan Unand menjadi universitas berkelas dunia (world class university).
Ketujuh orang itu masing-masing Dr dr  Masrul MSc SpGK (Fakultas Kedokteran), Prof Dr Fashbir Noer Hadinata Sidin (Fakultas Ekonomi), Dr Ing Ir Uyung Gatot S Dinata MT (Fakultas Teknik). Lalu, Prof Dr Marlina (Fakultas Farmasi), Prof Dr Werry Darta Taifur SE, MA (Fakultas Ekonomi), Prof Dr Tafdil Husni (Fakultas Ekonomi) dan Dr Ir Jafrinur MSP (Fakultas Peternakan).
Selanjutnya, berkas ketujuh orang ini akan diverifikasi dan berkas yang memenuhi syaratlah yang akan lulus menjadi calon rektor. Jika nantinya lebih dari lima orang, maka akan disaring menjadi lima calon melalui pemilihan di tingkat dewan dosen yang dijadwalkan Rabu, 29 Juli 2015  mendatang.
Mantan rektor Unand Prof Dr Musliar Kasim MS mengakui bahwa rektor Unand terpilih nantinya memiliki tantangan besar, terutama berkaitan dengan peningkatan mutu, daya saing, dan tata kelola perguruan tinggi.
Unand, tambahnya, membutuhkan sosok pemimpin yang mampu berinovasi guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi. “Seorang rektor harus mampu mengembangkan sisi akademik dan kemahasiswaan, karena dari segi fisik Unand sudah cukup baik dan sempurna,” sebut guru besar Fakultas Pertanian Unand itu.
Dia melihat, sosok rektor mendatang harus mampu mendorong agar dosen-dosennya aktif meneliti, sehingga menghasilkan publikasi-publikasi bertaraf internasional. Tidak hanya berlaku bagi dosen, mahasiswa pun juga demikian. Di mana hasil penelitiannya menjadi pemberi solusi berbagai permasalahan, baik yang dihadapi masyarakat lokal, nasional maupun dunia.
Di samping itu, katanya, juga memberikan pembelajaran yang optimal kepada peserta didik agar memiliki kompetensi yang memadai, berkarakter dan berakhlak mulia.
“Seorang rektor juga harus memiliki kemampuan manajemen yang bagus dalam mengelola sumber daya yang ada, seperti dosen, karyawan, mahasiswa dan lainnya. Sehingga, tercipta sinergisitas antara satu dengan yang lain dalam memajukan Unand ke depan,” ujarnya.
Tak kalah pentingnya, menurut Musliar, rektor harus memiliki skill dalam menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah, pihak swasta dan stakeholder lainnya. “Siapa pun rektornya, semua itu harus dikembangkan. Saya melihat semua calon punya kemampuan untuk itu,” ujar mantan wakil Menteri Pendidikan di era Presiden SBY itu saat dihubungi Padang Ekspres, kemarin.
Saat ini, Musliar melihat, Unand sudah jauh berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan ternama di Indonesia, bahkan juga di luar negeri. Karena itu, rektor terpilih harus mampu mewujudkan cita-cita Unand menjadi world class university.
“Jika semua itu sudah tercapai, maka Unand akan tampil sebagai universitas unggul tidak hanya secara nasional, tapi juga di mata internasional,” sebut Musliar.
Terakhir, dia menekankan bahwa dalam sebuah proses pemilihan, pasti ada yang terpilih dan tidak. “Karena itu, saya berpesan bagi yang tidak terpilih jangan pernah berhenti untuk memberikan sumbangsih dan karya terbaiknya untuk kemajuan Unand di datang. Bagi yang terpilih, supaya bisa merangkul semua pihak untuk bersama-sama memajukan Unand,” pesan Musliar.
Hal yang sama juga disampaikan, Fachri Ahmad, mantan rektor Unand periode 1993–1997. Kendati tak mengenal secara persis kedelapan orang tersebut, dia menyampaikan bahwa rektor Unand ke depan tidak hanya memikirkan lembaga yang dipimpinnya saja. Melainkan seluruh warga yang ada di dalam lembaga itu.
Bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan kenyamanan bagi orang-orang di dalamnya, bekerja bukan sebagai tugas melainkan karena rasa memiliki. Serta, mampu menanamkan semangat kerja yang positif bagi seluruh warga lingkungan kampus.
“Saya sudah lama pensiun, jadi tidak tahu persis sosok kedelapan orang yang mencalonkan diri ini. Tapi yang jelas, seorang pemimpin harus punya visi yang jauh ke depan dan mampu menyiapkan langkah-langkah yang akan mereka tempuh dalam menjalankan visi itu. Berpikirlah untuk menjadi yang terbaik, karena tugas seorang pemimpin itu tidaklah mudah,” tutur Fachri yang juga mantan wakil gubernur Sumbar periode 2000-2005.
Terlepas dari itu, Fachri menilai, keberhasilan Unand meraih akreditasi institusi A merupakan suatu pencapaian yang luar biasa dan patut diapresiasi. Dengan adanya akreditasi institusi ini, ke depan Unand harus go internasional menuju world class university.
Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Fahcri, rektor ke depan harus mampu melahirkan guru besar yang dikenal keilmuannya, menciptakan riset yang luar biasa dan menghebohkan orang seluruh dunia. Dengan begitu, orang-orang luar akan melihat Unand sebagai sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas. Akhirnya, orang-orang luar negeri akan mengirimkankan mahasiswanya berkuliah di Unand.
“Jika semua pihak dapat saling bekerja sama menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing, maka akan mudah bagi rektor untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Begitu sebaliknya, sehebat apa pun rektor, apabila tidak didukung segenap warga di lingkungan kampus, maka mustahil apa yang dicita-citakan dapat tercapai,” ujat Fachri. (eri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s