Kiprah Irzal Ilyas Memimpin Kota Solok

Realisasikan Kota Perdagangan, Jasa, dan Pendidikan
irzal ilyasKota Solok memang tidak memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan beragam. Tapi, bukan berarti Kota Solok tidak memiliki potensi untuk menjadi kota yang maju dan modern.
SALAH satu potensi besar dari kota yang luasnya 57,64 km2 itu adalah letaknya yang berada di jalur perlintasan ekonomi Sumbar. Nah, menyadari pontesi tersebut, sejak pertama kali menjabat, Wali Kota Solok Irzal Ilyas fokus mewujudkan kota dengan dua kecamatan tersebut, sebagai sentra perdagangan, jasa, dan pendidikan di Sumatera bagian tengah.
Berbagai pembangunan pun dilakukan dalam lima tahun belakangan. Salah satunya mempercepat penuntasan pembangunan jalan lingkar utara, yang kini sudah selesai sekitar 4,2 km dengan aspal hot mix.
Rencananya, jalan lingkar utara tersebut memiliki panjang 8,12 km dengan lebar 28 meter. Jalan itu dibangun dengan dua jalur yang melintasi Kelurahan Tanahgaram, VI Suku, Kampung Jawa, Nan Balimo, dan Kelurahan Laing.
“Ini jalur lintas dari arah Sawahlunto menuju Bukittinggi. Jalan tersebut dibangun sebagai antisipasi padatnya arus lalu lintas di pusat perkotaan. Dengan demikian, diharapkan pula bisa meningkatkan arus barang dan jasa,” ujar Irzal Ilyas saat berdiskusi dengan awak redaksi Padang Ekspres di Adinegoro Room, Graha Pena Padang, Jumat (19/6).
Dalam diskusi tersebut, wali kota yang memiliki gala adat Datuak Lawik Basa ini didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solok Viveri Andra, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Solok Harli Diliryo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ardy Syafwan, dan Kabag Humas Pemko Solok Heppy Dharmawan.  Ikut serta dalam diskusi yang dipandu Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Nashrian Bahzein ini, Wapemred Revdi Iwan Syahputra, Heri Sugiarto, Redpel Romi Delfiano dan jajaran redaksi lainnya.
Pembangunan jalur lingkar utara itu dibiayai dari APBD Kota Solok, APBD Sumbar, dan ABPN. Sisa pembangunan sekitar 4 km lebih lagi, ditargetkan bisa tuntas tahun depan. “Sisa jalan sekitar 4 km lebih lagi itu sedang dalam proses pembebasan tanah. Kalau tahun ini bisa bebas, kami yakin tahun depan pembangunan jalan tersebut dapat dituntaskan,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ardy Syafwan.
Untuk mewujudkan Kota Solok sebagai pusat perdagangan dan jasa di Sumbar, dalam kepemimpinannya sejak 2010 lalu, Irzal Ilyas juga ingin membangun terminal truk yang representatif. Hanya saja, dari alternatif lokasi yang direncanakan, belum ada keputusan finalnya, karena terkendala pembebasan lahan.
Dengan mempertimbangkan perkembangan perekonomian Kota Solok, Pemko Solok menganggap, pembangunan di dekat Terminal Bareh Solok akan lebih baik. Tetapi, dengan adanya jalan lingkar utara, kawasan Laingpasir juga menjadi bahan pertimbangan.
“Ke depan, kami tentu berharap pembangunan terminal truk ini dapat segera direalisasikan. Pasalnya, keberadaan terminal truk itu akan bisa menaikkan pendapatan asli daerah dan membuat perekonomian di sekitar terminal bisa hidup dan berkembang,” tutur Irzal Ilyas.
Terkait soal terminal, sebenarnya Kota Solok memiliki Terminal Bareh Solok. Hanya saja, pemanfaatannya hingga kini terlihat belumlah maksimal. Bus-bus antarkota yang seharusnya masuk terminal, lebih memilih ngetem di pinggir jalan, tepatnya di Simpang Salayo, Kabupaten Agam.
Nah, persoalan terminal tersebut, diakui mantan wakil wali kota Solok periode 2005-2010 ini, cukup sulit untuk diatasi. Sebenarnya, pengusaha bus-bus tersebut tetap membayar retribusi terminal meski mereka enggan masuk ke terminal. Tapi, Pemko Solok tidak bisa berbuat banyak untuk memaksa mereka masuk ke terminal, karena bus-bus tersebut ngetem di daerah yang bukan jadi wewenang Kota Solok, tapi Pemkab Solok.
“Kami sudah coba menyurati Pemkab Solok untuk menertibkan bus-bus tersebut. Dinas Perhubungan provinsi juga sudah kami surati. Tapi, hingga kini hasilnya memang belum memuaskan,” terangnya.
Tapi, sambung Irzal Ilyas, bukan berarti dia dan jajarannya berputus asa untuk membuat Terminal Bareh Solok menggeliat sebagaimana diharapkan. Salah satu upayanya adalah mempermudah izin bagi calon investor untuk menanamkan modalnya di Kota Solok.
Menurutnya, sebuah kota yang modern dan maju adalah kota yang memiliki mall dan hotel. “Kami sudah mengundang sejumlah investor untuk menanamkan modal di sini. Khusus untuk mall, kami menawarkan di sekitar terminal. Selain itu, menjadikan kawasan sekitar terminal sebagai mall. Kalau itu bisa terealisasi, saya yakin terminal akan menggeliat. Akan ramai,” katanya.
Lalu kenapa hingga kini belum ada investor yang mau menanamkan modalnya di Kota Solok dengan membangun mall? “Sejauh ini ada sekitar enam investor yang telah melakukan survei untuk pembangunan mall tersebut. Hanya saja, pada saat akhir mereka mundur, karena menurut mereka, sulit untuk balik modal dalam jangka waktu 25 tahun,” tuturnya.
Tapi, sambung Irzal Ilyas, di samping itu Pemko Solok juga sudah memiliki rencana untuk membangun pasar grosir, jika memang tak ada investor yang mau membangun mall di sekitar bypass atau terminal tersebut. “Bila nanti ada mall atau pasar grosir, kami yakin terminal akan bisa ramai. Sebab, ada gula pasti ada semut, begitu kata pepatah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Irzal Ilyas pun meyakinkan, bila nanti ada mall di Solok, tidak akan membunuh pengusaha-pengusaha kecil atau pedagang-pedagang tradisional. Sebab, Pemko Solok telah mengatur, kalau izin pembangunan mall tidak boleh berdekatan dengan pasar-pasar tradisional.
Beras Solok Tetap Ikon
Pembangunan infrastruktur seperti jalan, terminal, pasar modern, dan juga mall, sebenarnya hanyalah pendukung untuk mewujudkan Kota Solok sebagai sentra perdagangan, jasa, dan pendidikan. Begitu juga dengan pembangunan pasar semi modern yang baru-baru ini telah diresmikan dan sudah mulai dimanfaatkan.
Mengingat sebagian besar wilayah Kota Solok berupa lahan pertanian, selama kepemimpinnya sejak 2010 lalu, Irzal Ilyas sebenarnya masih menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan untuk mewujudkan Kota Solok sebagai sentra perdagangan, jasa, dan pendidikan. Beras solok pun tetap dipertahankan menjadi ikon kota tersebut.
Salah satu upayanya untuk mempertahankan ikon Kota Solok sebagai Kota Beras adalah dengan mengeluarkan peraturan daerah yang membatasi alih fungsi lahan pertanian pada tahun 2013. Adanya perda tersebut, ternyata mampu meningkatkan produktivitas padi di Kota Solok.
Pada tahun lalu, luas panen padi adalah 2.394 hektare dengan produksi gabah kering giling sebanyak 15.656,76 ton. Atau, produktivitas tanaman padinya 6,54 ton gabah kering giling (GK) per hektare. Sedangkan pada tahun 2013 hanya 6,5 ton GKG per hektare.
Peningkatan produktivitas padi juga diiringi dengan peningkatan pendapatan petani. Pada tahun 2013, pendapatan petani padi adalah Rp 17,2 juta per hektare per tahun meningkat menjadi 19,3 juta per hektare per tahun pada tahun 2014.
“Kami membangun Kota Solok sebagai kota perdagangan dan jasa dengan beras Solok sebagai ikon komoditi perdagangan dari daerah ini,” sebut Irzal Ilyas.
Wajar 12 Tahun
Untuk mewujudkan impian menjadi kota sentra pendidikan di Sumatera bagian tengah, Irzal Ilyas memberlakukan kebijakan pendidikan gratis hingga SMA alias wajib belajar (wajar)12 tahun. Di samping itu, juga tersedia beasiswa bagi siswa SD sampai SM yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Dari sisi sarana dan prasarana pendidikan, capaian pembangunan pendidikan di Kota Solok juga dapat dikatakan sudah mumpuni. Saat ini sudah ada 13 PAUD, 43 SD, 8 SMP, 11 SMA/sederajat, dan 4 perguruan tinggi di Kota Solok.
Kualitas pelayanan pendidikan pun diklaim sudah tercapai cukup baik. Semua penduduk Kota Solok sudah membaca dan bersekolah pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Hal ini terlihat dari angka partisipasi kasar (APK) yakni 124, 26 untuk SD, 124,36 untuk SMP, dan 158, 81 untuk SMA/sederajat. Sedangkan angka partisipasi murni (APM) Kota Solok 105, 29 untuk SD, 68,07 untuk SMP, dan 95,11 untuk SMA/sederajat.
“Sampai saat ini, kami terus mengupayakan peningkatan kualitas prasarana dan sarana pendidikan seperti penambahan ruang kelas, laboratorium dengan sarananya, perpustakaan dan lain sebagainya guna meningkatkan mutu pendidikan,” ucapnya. (ganda cipta)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s