In Memoriam Prof Dr Edison Munaf, Dekan FMIPA Unand

Sosok Pekerja Keras, 35 Artikel Tembus Jurnal Internasional
edisonKABAR duka datang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand). Dekan sekaligus mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jepang, Prof Dr Edison Munaf MEng menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Royal Prima, Medan Sumatera Utara, Rabu (8/7) dini hari atau sekitar pukul 01.41.
Kepergian terbilang mendadak itu, mengejutkan banyak kalangan. Terlebih lagi, mantan Pembantu Rektor I Unand ini, Jumat (3/7) lalu, masih ke kampus guna bertemu mahasiswanya yang akan dibawa ke Okayama Universtity Jepang.
Barulah Selasa (7/7) malam, kabar kesehatan beliau menurun beredar di akun Facebook Matial F Alif, sekitar pukul 19.38. Edison diinformasikan sedang kritis di ICCU RS Prima Medan akibat terjangkit cirrhosis, pengerasan hati.
Sekitar pukul 22.40, Padang Ekspres menghubungi istri almarhum, Prof Dr Rahmiana Zein guna memastikan informasi tersebut. “Kondisi Bapak sekarang kritis. Batang otak bapak sudah tak berfungsi. Hanya keajaiban Tuhan yang bisa menyembuhkan Bapak. Mohon maafkan Bapak, terlebih lagi Bapak selama ini banyak berhubungan dengan Padang Ekspres,” sebut Mimi—panggilan Rahmiana Zein—melalui ponsel.
Selama ini almarhum sering melibatkan Padang Ekspres dalam sejumlah kegiatannya. Almarhum juga aktif menulis di kolom Teras Utama Padang Ekspres. “Belakangan aktivitas saya sedang padat, mudah-mudahan nanti ada waktu lowong bisa menulis lagi,” ujar pria kelahiran Medan pada 22 Juli 1958, itu kepada Padang Ekspres beberapa waktu lalu.
Tepat sekitar pukul 01.41, kabar kepergian beliau kembali muncul di akun Facebook. Sejak pertama kali muncul, ucapan duka pun mengalir melalui kolega, mahasiswa dan kerabat. Jenazah diterbangkan dari Medan sekitar pukul 06.00 menuju rumah duka di Jalan Wirasakti No 10 Kompleks Tentara Siteba Padang.
Jenazah sampai di rumah duka pukul 08.00. Pukul 10.30, jenazah almarhum dibawa ke Auditorium Unand untuk penghormatan terakhir. Jenazah dishalatkan di Masjid Nurul Ilmi Kampus Unand Limaumanih bakda Shalat Zuhur, dan dikebumikan di TPU Tunggulhitam.
Tampak melayat Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, mantan Gubernur Sumbar Marlis Rahman, mantan Wamendikbud Musliar Kasim dan lainnya.
Rektor Unand Werry Darta Taifur memuji kontribusi almarhum terhadap ilmu pengetahuan dan kemajuan Unand. “Kita tidak bisa melakukan apa-apa, karena ini kehendak tuhan. Mari kita lepas almarhum dengan ikhlas,” paparnya.
Berdedikasi Tinggi
Istri almarhum, Prof Rahmiana Zein menuturkan, kepergian suaminya bermula Rabu (1/7) lalu, ketika disibukkan membantu mahasiswanya untuk menyelesaikan journal yang akan di-submit ke journal internasional. Padahal, waktu itu almarhum sedang puasa dan demam tinggi.
“Selama 32 tahun saya mengarungi rumah tangga dengan almarhum, belum pernah sekalipun beliau mengeluh dengan pekerjaan. Beliau sangat mencintai dunianya. Saya sempat menyuruhnya istirahat waktu itu, tapi dia menjawab saya happy dengan ini,” tuturnya.
Hari Jumat (3/7), lanjutnya, di tengah demam tinggi yang dialaminya, almarhum lagi-lagi bersikeras ke kampus karena ada janji meeting dengan mahasiswa yang akan dibawa ke Okayama Universtity. “Begitu cintanya dia dengan pekerjaannya. Untuk mahasiswa sekalipun, dia tetap datang memenuhi janjinya,” tuturnya.
Sekitar pukul 17.00, Jumat itu, Rahmiana terkejut melihat suaminya sudah berada di kamar. Badannya sangat panas dan leher membengkak. Setelah diberi minum air hangat kuku,  almarhum banyak buang air kecil. Air seninya mengeluarkan ion natrium sehingga mengakibatkan defisiensi ion natrium. Kondisi itu mengakibatkan kerusakan pada otak.
Esoknya, Rahmiana membawa suami tercinta ke RS Royal Prima, tempat biasanya Edison dirawat. “Setelah ditangani dokter-dokter ahli di sana, Tuhan berkehendak lain. Rabu pukul 01.41, Bapak menghembuskan napas terakhir,” paparnya.
Edison wafat pada usia 57 tahun, atau 20 hari sebelum ulang tahunnya ke-58. Almarhum meninggalkan seorang istri Rahmiana Zein, dan tiga orang anak. Almarhum semasa hidupnya pernah menjabat pembantu rektor I dan pj rektor Unand. Almarhum menjabat Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di KBRI Tokyo, Jepang, sejak 7 Januari 2008 hingga Desember 2011.
Almarhum menamatkan pendidikan sarjana muda (BS) tahun 1980 dan sarjana (Drs) tahun 1982 dari Jurusan Kimia, FMIPA Unand. Kemudian, melanjutkan studi di negara Sakura Jepang dengan beasiswa dari Pemerintah Jepang  (Monbukagakusho). Setelah itu, Edison melanjutkan studinya di Department of Applied and Industrial Chemistry pada Graduate School of Engineering, Nagoya University, Jepang. Gelar Master of Engineering dalam bidang Kimia Analisa Lingkungan diperoleh pada tahun 1989, dan Doctor of Engineering dalam bidang Kimia Analisa Lingkungan diperolehnya dari universitas sama tahun 1992. Kemudian, dilanjutkan dengan pendidikan Post Doctoral Research selama 1 tahun di Gifu University, Jepang dengan fellowship dari JSPS (Japan Society for the Promotion of Science).
Edison Munaf termasuk staf pengajar Unand yang produktif. Beliau telah menulis lebih dari 35 artikel di berbagai jurnal di dunia dan 1chapter book yang terbit di USA. Saat ini almarhum tercatat sebagai staf pengajar Unand dengan jumlah publikasi ilmiah internasional terbanyak. Beliau juga penulis aktif di berbagai media lokal dan nasional. (rdo/cr6)

Iklan

Satu pemikiran pada “In Memoriam Prof Dr Edison Munaf, Dekan FMIPA Unand

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s