27 Kursi DPRD Sumbar Terbuang

-Golkar, Demokrat, PPP, PKB dan PBB, Gagal jadi Pengusung
-MK-FB Pastikan Pilgub Head to Head
Padang, Padek—Tak ada kejutan di hari terakhir pendaftaran pasangan bakal calon (balon) gubernur/wakil gubernur Sumbar, kemarin (28/7). Pasangan ketiga Shadiq Pasadigoe-Syamsu Rahim yang digadang-gadang bakal mendaftar ke KPU Sumbar, kemarin, tak jadi mendaftar sampai berakhirnya pendaftaran pukul 16.00.
Di hari terakhir, hanya pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FB) resmi mendaftarkan diri ke KPU Sumbar. Artinya, Pilgub Sumbar hanya diikuti dua pasang calon setelah sehari sebelumnya Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA), mendaftar ke KPU Sumbar terlebih dahulu.
Jika IP-NA hanya diusung PKS (7 kursi) dan Partai Gerindra (8 kursi), totalnya 15 kursi, duet MK–FB diusung empat partai, yakni PAN (8 kursi), NasDem (6 kursi), Hanura (5 kursi) dan PDIP (4 kursi), totalnya 23 kursi.
Sedangkan Partai Golkar (9 kursi), Partai Demokrat (8 kursi), PPP (8 kursi), PKB (1 kursi), dan PBB (1 kursi), totalnya 27 kursi, gagal menjadi partai pengusung cagub/cawagub pada pilgub kali ini. Kelima parpol ini hanya bisa menjadi partai pendukung.
Kelima parpol itu gagal menjadi partai pengusung, disebabkan beberapa persoalan. PKB, Partai Demokrat, serta PBB yang disebut-sebut mendukung MK-FB, pada saat pendaftaran kemarin tak didampingi seorang pun pengurus partai, serta tak menyerahkan surat keputusan DPP masing-masing.
Berbeda dengan PPP dan Partai Golkar. Surat rekomendasi dari dua kepengurusannya terbelah. Pasangan MK-FB hanya mengantongi rekomendasi Partai Golkar versi Aburizal Bakrie dan PPP versi Romahurmuziy (Rommy). Dukungan Golkar kubu Agung Laksono dan PPP kubu Djan Faridz tidak didapatkan pasangan MK-FB.
“Berdasarkan aturan KPU Nomor 12, partai yang kepemimpinan ganda harus memberikan dukungan pada pasangan balon yang sama. Apabila terdapat perbedaan, maka partai tersebut tidak bisa mengusung,” ungkap anggota KPU Sumbar bidang Teknis, Mufti Syarfie kepada Padang Ekspres usai penutupan pendaftaran calon, kemarin.
Meski hanya diusung empat dari sembilan partai yang sebelumnya diklaim pasangan MK-FB, namun MK tetap yakin didukung banyak partai. “Apalagi Demokrat melalui Ketua Umumnya Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengirim pesan singkat dukungan ke saya,” klaim MK.
Yakin Raih 67 Persen Suara
Sebelum berangkat menuju KPU Sumbar, pasangan MK-FB beserta rombongan berkumpul di Masjid Raya Sumbar. Setelah itu, rombongan berangkat beriringan menggunakan bendi. Sesampai di kantor KPU Sumbar, rombongan ini diterima Katua KPU Sumbar Amnasmen beserta anggota komisioner lainnya.
MK seusai pendaftaran sekitar pukul 17.00, bertekad memajukan pendidikan dengan menekankan wajib belajar sembilan tahun dan pemberian beasiswa. Dia juga akan menjamin kesehatan masyarakat Sumbar.
Dia optimistis bisa memenangkan pilgub dengan meraih 67 persen suara. “Pasangan kami bisa menang di 15 kabupaten/kota di Sumbar, di antaranya Padangpariaman, Pariaman, Kabupaten Solok, Kota Solok, Tanahdatar, Kota Padang, dan Kepulauan Mentawai,” jelas MK.
Sedangkan FB mengaku bangga atas prosesi yang dilaluinya saat mendaftar ke KPU. Terlebih lagi, pasangan ini diiringi massa sepanjang 1 km. Selain itu, disenandungkan musik tradisional, dan banyak komunitas di Sumbar. “Yang lebih membahagiakan lagi, pertarungan pilgub hanya dua pasang,” katanya.
Pada bagian lain, Amnasmen menjelaskan, tahapan verifikasi dilakukan mulai tanggal 29 Juli-3 Agustus. Kemudian, tanggal 4-7 Agustus perbaikan persyaratan calon. Selanjutnya, tanggal 8-14 Agustus verifikasi syarat yang telah diperbaiki. Lalu, pada 15-24 Agustus verifikasi syarat calon perseorangan. “Dan, pada 25 Agustus penetapan calon,” jelas Amnasmen.
Parpol Pendukung Buka Suara
Di bagian lain, Sekretaris PPP Sumbar versi Romahurmuziy, Amora Lubis mengakui bahwa partainya gagal mengusung balon. Biarpun begitu, partainya tetap mendukung MK-FB dalam pencalonan gubernur Sumbar 2015.
“Kalau kubu yang sebelah silakan mau mendukung siapa. Kami serahkan pula kepada mereka. Silakan mengusung calon masing-masing, mau mendukung IP-NA silakan,” sebut Amora Lubis saat mengiringi pendaftaran MK-FB ke KPU Sumbar, kemarin.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Sumbar kubu Aburizal Bakrie, Hendra Irwan Rahim mengaku partainya tidak bisa mengusung balon. “Memang ada dualisme Golkar, tapi ada satu keputusan. Kami tetap terdaftar, ini kan belum diumumkan. Kedua kubu sudah setuju untuk mengusung MK-FB,” jelas Hendra singkat.
Hal yang sama juga dikemukakan pengurus DPD Golkar Sumbar kubu Agung Laksono, Osmiati Ubani. Menurut dia, dukungan untuk pasangan MK-FB sudah disetujui ketumnya. “Hanya saja, tidak ada di antara tim sukses atau partai pendukung pasangan MK-FB yang menjemput SK DPP Golkar itu ke tempat Agung Laksono. Sehingga, SK yang seharusnya dibawa saat mendaftar, nyatanya tidak bisa diserahkan ke KPU Sumbar,” kata Osmiati.
Sedangkan Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt Bangso Nan Putiah saat dihubungi terpisah, mengatakan tidak jadi memberi dukungan kepada pasangan MK-FB.
“Alasan pertama, saat bersamaan saya juga sedang mendaftar sebagai cawako di Kota Bukittinggi. Sementara aturan KPU, bagi partai pengusung calon harus dihadiri langsung oleh ketua dan sekretaris saat mendaftar ke KPU, dan hal itu tidak bisa diwakili,” jelasnya.
Sedangkan alasan kedua, sebut Febby, partainya dari awal menginginkan head to head pada pilgub. Itulah sebabnya PKB memilih pasangan MK-FB. “Cuma, SK dukungan dari DPP belum juga keluar. Meski batal sebagai partai pengusung, setidaknya PKB bisa menjadi partai pendukung bagi pasangan calon MK-FB,” kata Febby.
Bukittinggi Terbanyak, 1 Balon Ditolak
Di sisi lain, Bukittinggi tercatat sebagai daerah dengan paling banyak pasangan calon, lima pasang. Sedangkan Agam, Padangpariaman, Pasaman, Dharmasraya, dan Kota Solok, masing-masing hanya diikuti dua pasang calon (lihat grafis).
Sementara di Pasaman Barat (Pasbar), satu pasangan balon ditolak KPU setempat. Pasalnya, partai pengusung pasangan Zambri-Yulisman tidak memenuhi ketentuan undang-undang. Setelah tidak mengantongi surat rekomendasi dari PPP kubu Romahurmuziy yang diketuai Baharuddin R. Akibatnya, dukungan terhadap pasangan ini berasal dari PKB (2 kursi) dan PBB (2 kursi), terbuang sia-sia.
Pasangan Zambri-Yulisman bersama rombongan datang ke KPU setempat usai Shalat  Zuhur. Sewaktu dicek ulang berkas persyaratan pendaftaran, ternyata tidak lengkap. Sebetulnya pasangan calon ini sudah berupaya melengkapi dukunganya. Namun sampai berakhirnya pendaftaran pukul 16.00, ternyata tidak berhasil. Akhirnya, Ketua KPU Pasbar Syafrinaldi bersama anggota komisioner lainnya yakni Baldi Pramana, Abdul Gafur, Eki Kurniawan dan Mardayanti mengumumkan penolakan berkas pendaftaran tersebut.
Begitu diumumkan, langsung diprotes pasangan Zambri-Yulisman untuk meminta pertimbangan waktu. Begitu juga partai pendukung lainnya seperti Ketua PPP Pasbar Sudirman Samin kubu Djan Faridz, Ketua PBB Pasbar Anwir Dt Bandaro dan Ketua PKB Pasbar Yuhendri Dt Putiah. Namun, pihak KPU setempat tetap ngotot tidak menerima berkas dimaksud.
“Karena waktu sudah habis, dengan terpaksa kami memutuskan pasangan Zambri-Yulisman kami tolak karena berkas model BKWK partai politik (surat pencalonan) dari PPP kubu Romahurmuziy tidak ada,” kata Syafrinaldi didampingi komisioner lainnya.
Seusai itu, Yulisman langsung menyatakan bakal menuntut pihak KPU Pasbar ke jalur hukum. “Kami akan tuntut dan gugat kebijakan ini. Karena penolakan itu masih dalam proses pemeriksaan berkas,” sebut Yulisman.
Zambri kepada Padang Ekspres menegaskan sudah berusaha mendapatkan tanda tangan dari Ketua DPC PPP Pasbar kubu Romahurmuziy, Baharuddin R. Namun atas alasan sedang sidang paripurna di kantor DPRD, maka tanda tangan tidak dapat diperoleh. “Bagaimana kami meminta tanda tangan kepada Ketua DPC PPP yang juga Bupati Pasbar yang sedang bersidang di DPRD,” tanya Zambri.
Ketua Panwaslu Pasbar M Jamil didampingi anggotanya Emra Patria menyatakan siap menerima laporan dari pasangan Zambri. (zil/roy)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s