Curhat SP-SR usai Gagal Maju Pilgub

Shadiq Kembali jadi PNS, SR jadi Aktivis Sosial
shadiqsyamsu rahim JIKA pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit dan Muslim Kasim-Fauzi Bahar sukses maju sebagai cagub-cawagub pada pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar, tidak demikian dengan pasangan Shadiq Pasadigoe-Syamsu Rahim. Keduanya gagal maju setelah gagal memperoleh syarat minimal dukungan parpol pendukung. Bagaimana keduanya menyikapi ini?
Shadiq Pasadigoe yang disebut-sebut penantang kuat Irwan mengatakan, menerima kenyataan tidak bisa ikut bertarung di pilkada bersama Syamsu Rahim.
Ketika berbincang dengan Padang Ekspres tadi malam (28/7), dia mengungkapkan bahwa kemarin akan mendaftar ke KPU untuk menjadi Cagub Sumbar berpasangan dengan Syamsu Rahim. Sebab, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz sudah memberikan dukungan penuh pada dia dan SR.
Ternyata dalam perjalanan, rekomendasi dari PPP kubu Rohamurmuziy yang awalnya sudah disampaikan akan diberikan kepada SP-SR, berpindah ke pasangan MK-FB. Akibatnya, mereka pun gagal mencalon.
Menanggapi kegagalannya maju pada Pilgub Sumbar, Shadiq mengatakan menerimanya dengan lapang dada. Katanya, dia memutuskan maju pada pilgub karena besarnya harapan masyarakat untuk adanya perubahan di Sumbar. Setelah memutuskan maju dan melakukan sosialisasi, beberapa survei menempatkannya sebagai pemilik elektabilitas tertinggi.
Menurutnya, semua proses politik untuk menjadi cagub sudah dilaluinya. Mulai dari pendekatan kepada masyarakat hingga lobi-lobi dan pendekatan pada partai politik. “Namun, ada permintaan partai yang tidak bisa saya penuhi. Sehingga, partai pun memberikan dukungan kepada pasangan lain,” ujarnya.
Shadiq mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dorongan dan dukungan kepadanya. Dia minta maaf karena tidak bisa memenuhi ekspektasi masyarakat karena ada hal-hal di luar kendalinya. “Kita sudah berusaha, berdoa. Hasilnya pasti yang terbaik menurut Allah,” paparnya.
Shadiq belum memutuskan akan memberikan dukungan kepada pasangan mana. “Masih terlalu pagi untuk memutuskan hal tersebut. Namun, yang pasti, setelah habis masa jabatan sebagai bupati Tanahdatar, saya akan melanjutkan tugas sebagai pegawai negeri sipil (PNS).  Selama bermanfaat untuk masyarakat, saya akan tetap mengabdi, walau hanya jadi PNS,” pungkasnya.
Sementara itu, Syamsu Rahim mengaku kecewa dengan hasil ini. Dia merasa dirinya dan Shadiq telah dijegal oleh orang-orang yang memiliki ambisi agar pilgub head to head untuk merebut kekuasaan. Menurutnya, otonomi parpol telah dikalahkan oleh segelintir orang nonparpol, dan itu mencederai demokrasi.
Sesama kandidat, tambahnya, harusnya saling menghargai dan beretika dalam berpolitik. Namun yang terjadi, untuk ambisi head to head dikorbankan orang lain, dibunuh kesempatan orang untuk maju. “Itu sama saja dengan membunuh demokrasi,” tegasnya ketika dihubungi tadi malam.
Dia menilai, tidak ada gunanya survei dan wawancara yang dilakukan pengurus partai di daerah jika pengurus daerah tidak punya kuasa untuk menentukan pasangan yang akan diusung.
Dia merasa, apa yang terjadi pada pilgub kali ini, tercipta iklim tidak sehat dalam berdemokrasi. Sebab, sejak awal sudah ada orang yang dikorbankan untuk memenuhi ambisi elite. Seakan suara masyarakat tidak ada artinya.
Dia menuturkan bahwa dirinya bersama Shadiq sudah memenuhi syarat untuk mendaftar ke KPU. Sebab, Partai Demokrat, PKB dan PPP sudah memberikan dukungan penuh. Surat rekomendasi pun sudah di tangan mereka.
“Pada pukul 8 malam (Senin malam, red), semuanya masih oke. Ternyata, pukul 00.00 malam berubah. Diduga karena intervensi orang-orang tertentu, seorang ketua parpol mengeluarkan dua surat rekomendasi dengan nama yang berbeda,” ujarnya.
Bukti bahwa peralihan dukungan itu hanya upaya untuk menjegal, menurutnya, dapat dilihat dari tidak dipakainya kursi Golkar dan PPP dalam pendaftaran di KPU.
Setelah lengser dari kursi bupati, SR berencana fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Dia akan melanjutkan perjuangannya di bidang adat dan agama dengan cara lain. Dia juga belum menentukan akan mendukung siapa. “Kita lihat siapa yang memiliki pandangan yang sama, maka kita akan mendukungnya,” ujarnya.
SP-SR, La Tahzan…(hijrah adi syukrial)

Iklan

Satu pemikiran pada “Curhat SP-SR usai Gagal Maju Pilgub

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s