Alasan Mulyadi tak Maju dalam Pilgub

Pilih Mundur demi Kecintaan pada Sumbar
mulyadi12Padang, Padek—Mulyadi yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing serius calon incumbent (masih menjabat, red) dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar 9 Desember mendatang, akhirnya buka suara soal keputusannya mundur dalam pencalonan. Keputusan itu tak terlepas dari kecintaannya terhadap Sumbar, ketimbang keinginan pribadi memenangkan Pilgub.
Demikian dikemukakan Wakil Ketua Komisi VII ini kepada Padang Ekspres, Rabu (29/7) malam. Bagi dia, pengabdian untuk turut serta membangun Sumbar tidak selamanya harus menjadi seorang gubernur.
“Saya mohon maaf bahwa keputusan saya ini mungkin membuat sedih semua pihak yang selama ini sudah mempercayakan pilihan pada saya. Tapi, saya percaya pada saatnya nanti akan memahami bahwa ini adalah pilihan terbaik untuk kita semua,” sebut peraih suara terbanyak di daerah pemilihan (Dapil) Sumbar 2 ini.
Diakui Mulyadi, bukanlah hal mudah mengambil keputusan satu ini. Terlebih lagi, kian menguatnya dukungan masyarakat terhadap dirinya. Setidaknya, ditunjukkan dari hasil survei elektabilitas (keterpilihan) terakhir awal Juli 2015 lalu.
“Secara elektoral dan perhitungan rasional/politik, saya telah mendapat dukungan rakyat Sumbar dan memiliki peluang besar memenangkan kompetisi ini,” sebut pria berkaca mata itu. Nah ini pulalah yang juga membuatnya tetap berkeinginan maju dalam Pilgub, kendati harus mundur dari posisinya sekarang sebagai anggota DPR RI.
Komitmen tetap maju itu, diutarakan Mulyadi dalam sejumlah kesempatan, termasuk kepada awak media. Bentuk keseriusan Mulyadi juga terlihat ketika dia sudah mencapai kesepakatan dengan Fauzi Bahar, untuk maju dalam Pilgub sebagai bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur.
Sebetulnya bukan tanpa alasan Mulyadi berkeinginan tetap maju. Semua itu tak terlepas dari niat ikhlasnya untuk menjadikan Sumbar lebih berwibawa dan makmur seiring besarnya sumber daya yang dimiliki daerah ini.
Dia menilai, provinsi ini siap menjadi salah satu dari tujuh provinsi terkemuka di Indonesia, baik dari sisi pembangunan ekonomi, kesejahteraan rakyat, penegakan hukum maupun dalam pemeliharaan lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam.
“Saya melihat pemerintahan provinsi yang dibutuhkan Sumbar saat ini adalah pemerintahan yang amanah dan merakyat. Yakni, pemerintahan provinsi yang sanggup menimba inspirasi dari kejayaan sejarah dan budaya masyarakatnya untuk kemajuan Sumbar di masa kini, sekaligus meletakkan dasar-dasar baru untuk kejayaan Sumbar di masa depan,” katanya.
Berkat niat ikhlas itu pulalah, Mulyadi mendapat sambutan dan dukungan luar biasa dari masyarakat Sumbar. Bukan hanya di kabupaten/kota yang sudah menjadi basis konstituen dirinya (Dapil Sumbar 2) selama Pemilu Legislatif 2014 lalu. Tetapi, menyeluruh di 19 kabupaten/kota di Sumbar.
Bahkan, keinginan untuk mengabdikan diri untuk Sumbar sudah menginspirasi semua kalangan, tua-muda, perempuan, laki-laki, dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi dan pendidikan. Ribuan relawan pun sudah bergerak bersama-sama menyuarakan perubahan di setiap kabupaten/kota, kecamatan, nagari dan jorong di seluruh Sumbar.
Namun sebuah idealisme tidak bisa berdiri sendiri, tetapi juga harus menghadapi realitas politik yang ada. Nah dalam menghadapi realitas ini, dia sudah mencoba menarik garis resultante seoptimal mungkin. “Setelah itu saya lakukan, saya merasa kecintaan kepada Sumbar jauh lebih besar, ketimbang kesempatan saya turun tangan langsung,” ujarnya.
Dia melihat, politik selalu meniscayakan keseimbangan antara kesiapan pribadi, keluarga dan lingkungan politik kelompok-kelompok kepentingan. Terkadang, kondisi-kondisi tersebut di luar kontrol dirinya selalu individu.
Ketika konstelasi politik terakhir semakin kompleks, dan ternyata belum sejalan dengan keinginan pribadi. Akhirnya, dia pun berkontemplasi apa langkah terbaik yang harus dilakukan untuk kepentingan masyarakat? Bukan untuk kepentingan pribadi/kelompok, tapi untuk kepentingan lebih besar.
“Guna menjaga konsistensi dan moralitas politik, serta menimbang nasihat-nasihat dari berbagai pihak, dengan berat hati saya memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonan. Keputusan ini saya ambil untuk mendahulukan kecintaan saya kepada Sumbar ketimbang keinginan pribadi memenangkan Pilgub,” katanya.
Ke depan, Mulyadi berkomitmen tetap  bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kejayaan Sumbar seperti yang sudah dia lakukan selama ini selaku anggota DPR RI. “Saya siap bekerja sama dan membantu siapa pun nanti yang dipercaya masyarakat memimpin Sumbar lima tahun ke depan,” janjinya.
Terhadap pendukung, Mulyadi meminta untuk terus melajutkan kerja membangun Sumbar menjadi lebih makmur dan berjaya. Dia berharap hubungan silaturahmi yang sudah terbangun selama ini tetap berlanjut. Apalagi, masih banyak hal-hal besar yang harus dikerjakan bersama-sama. “Insya Allah, dengan sabar, ikhlas dan kerja keras, kita akan memperoleh Sumbar yang sejahtera,” ujarnya. (rdo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s