Aktivitas Bupati dan Wakil Bupati Solok setelah Lengser

Syamsu Rahim Mengurus Cucu, Desra Hadapi Pilkada
SR bersama cucu bercakap di depan garasi mobil jelang meninggalkan rumati rumah Dinas Wakil Bupati SolokMinggu, 2 Agutus 2015, hari berakhirnya sumpah dan janji Bupati Solok Syamsu Rahim dan Wakil Bupati Desra Ediwan Anantanur yang diucapkan tahun 2010 silam. Kini, keduanya harus kembali ke kediaman masing-masing dan meninggalkan rumah dinas dan segala fasilitas diberikan pemerintah.
SABTU (1/8) sore, sekitar pukul 17.30, pelataran rumah dinas Bupati Solok di Kayuaro, dipadati puluhan kendaraan roda dan mobil dinas. Beberapa orang dan pekerja di rumah dinas bupati ini tampak sibuk berkemas. Sebagian mengangkat barang-barang pribadi milik bupati, sebagian lagi membersihkan lingkungan rumah dinas.
Tak seperti biasa. Rumah dinas yang saban hari disambangi para pejabat Pemkab Solok itu, kini tidak terlihat lagi. Hanya para pekerja dan staf rumah tangga “Istana Bupati”.
Dari halaman rumah dinas, Syamsu Rahim tampak duduk di teras garasi mobil. Dia sedang bercerita dengan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Solok sembari memberi gorengan pada cucunya yang duduk di sebelahnya. Seperti hari-hari biasa, Syamsu Rahim tetap hangat bersenda gurau. Tak tampak lagi raut kecewa dan sedih dari wajah kakek tiga orang cucu ini.
“Sewaktu jadi bupati memang saban hari rumah dinas ini selalu ramai oleh tamu. Itu dulu, kalau sekarang tentu tidak. Kini Syamsu Rahim tidak bupati lagi, sudah jadi masyarakat biasa, makanya sepi,” canda anggota DPRD Dayat sembari tertawa lepas di depan Syamsu Rahim.
Meski telah berakhir masa jabatannya, kemarin (2/8), Syamsu Rahim tetap bekerja. Mulai dari kegiatan BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) hingga peresmian salah satu masjid di Nagari Sungainanam. Semua peralatan dan barang-barang milik pribadi sudah dibereskan.
“Sebagian barang, seperti buku semuanya dibawa ke rumah anaknya di Laing. Sedangkan pakaian-pakaian, juga sudah dibawa ke rumah saya yang di Padang,” terang Syamsu Rahim sembari memegang kepala cucunya.
Dia mengatakan, selepas “pensiun” dari jabatannya sebagai bupati, Syamsu akan menghabiskan hari-harinya bersama istri, anak-anak dan cucu. Syamsu Rahim mengaku akan menetap di Padang. “Saya di Padang, anak-anak dan cucu di Solok, tentu pulang-balik Padang-Solok,” ucapnya.
Menghabiskan hari bersama keluarga, Syamsu Rahim ingin mengisi masa tuanya dengan mengurus cucu-cucunya. Mulai dari memandikan, mengasuh hingga jemput antar cucu ke sekolah. “Selesai mengurus kabupaten, kini saya mengurus cucu,” imbuhnya tersenyum.
Syamsu Rahim ingin kembali aktif di tengah-tengah masyarakat. Seperti, menghidupkan kegiatan keagamaan, olahraga dan sebagainya. “Saya masih ketua Perkemi Sumbar loh. Bupatinya yang pensiun, pengabdian masih tetap berlanjut,” tuturnya.
Terhadap usaha yang telah dilakukannya untuk kemajuan Kabupaten Solok lima tahun lalu, Syamsu Rahim berpesan pada masyarakat Kabupaten Solok untuk tetap menghargai hasil kerjanya bersama Wakil Bupati Solok Desra Ediwan AT. “Sekecil apa pun upaya kami, terpenting kami sudah berbuat. Semoga manfaat kerja kami dirasakan masyarakat. Baik yang fisik maupun nonfisik,” katanya.
Seperti pemberian lampu jalan, jalan lingkar, kantor DPRD, kantor bupati Solok dan beberapa kantor SKPD selesai di masa Pemerintahan Syamsu Rahim-Desra. Apalagi, pembebasan daerah tertinggal, juga mayoritas terlaksana di zaman Syamsu Rahim.
“Untuk pemimpin mendatang, siapa pun kelak yang terpilih, saya berharap lanjutkan apa yang dianggap baik, dan sempurnakan yang belum maksimal apa yang telah kami lakukan,” kata Syamsu Rahim.
Pengalaman menjadi pejabat selama 15 tahun, tak membuat Syamsu Rahim post power syndrome. Sejak menjabat ketua DPRD Sawahlunto, wali kota Solok dan bupati Solok, Syamsu Rahim merasa tidak pernah menjadi seorang pejabat. Sebab, hari-harinya mayoritas dihabiskan bersama masyarakat. “Saya tetap masyarakat biasa, mau menjabat atau tidak, saya tidak pernah canggung,” sebutnya.
Perihal tawaran menjadi tim sukses dari kedua pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Sumbar, Syamsu Rahim menjawab masih pikir-pikir. Sebab, usai melepas jabatannya ini, dia berencana ingin fokus mengurus keluarga terlebih dahulu. “Keduanya (paslon) menawari ke saya, saya bilang, saya ingin istirahat sejenak dari dunia politik. Ngurus cucu dulu,” katanya.
Desra Fokus Persiapan Pilkada
Berbeda dengan Syamsu Rahim yang hendak rehat berpolitik setelah lengser dari bupati Solok. Wakil Bupati Solok, Desra Ediwan Anantanur justru sedang berjibaku di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solok 2015 ini. Desra “basitungkin” merebut BA 1 H periode 2016-2021 mendatang.
Sabtu (1/8), ajudan wabup dan beberapa staf di rumah dinas wabup tampak sibuk beres-beres rumah dan packing barang. “Kalau barang-barang pada umumnya sudah dibawa pulang ke rumah orangtua saya di Alahanpanjang. Hanya beberapa barang yang masih tersisa,” sebut Desra yang berencana meninggalkan rumah dinas mulai Minggu (2/8) pagi ini.
Desra akan tinggal di Alahanpanjang. “Kalau bupati bisa santai menikmati kebersamaan dengan keluarga usai menjabat, saya harus bekerja keras lagi. Karena saya sudah mendaftar menjadi balon bupati Solok periode lima tahun mendatang,” sebut Desra yang berpasangan dengan Bachtul dalam pilkada mendatang.
Desra mengatakan, hal yang membuatnya bangga adalah mampu bersama-sama Syamsu Rahim dari awal dilantik hingga berakhirnya masa jabatan langgeng tanpa cekcok. “Alhamdulillah, sampai hari terakhir kami tetap mesra, dan sampai kapan pun saya dan pak bupati akan tetap bersahabat. Karena bupati sudah seperti keluarga,” tutur Desra.
Meninggalkan rumah dinas yang sudah 10 tahun ditempatinya, Desra mengaku cukup sedih. Pasalnya, banyak suka duka di rumah yang dihuninya sejak tahun 2005 itu. Periode lima tahun sebelumnya, Desra mendampingi Gusmal Dt Rajo Lelo sebagai wakil bupati Solok.  “Kalau tidak diberi amanah lagi, saya akan kembali berdagang dan berladang di kampung,” katanya.
Devi Kurnia Pj Bupati
Setelah berakhirnya masa jabatan Syamsu Rahim dan Desra Ediwan, Mendagri Tjahjo Kumolo mengangkat Asisten I Setprov Sumbar Devi Kurnia sebagai penjabat Bupati Solok. Mantan Kepala Biro Hukum dan Humas Setprov Sumbar yang pernah bertugas di Pemkab Solok itu, ditunjuk dengan SK Mendagri Nomor 131.13-4652 Tahun 2015 tertanggal 24 Juli.
Sekkab Solok M Shaleh mengatakan, Devi Kurnia akan dilantik Gubernur Sumbar Irwan Prayitno atas nama Mendagri di Auditorium Gubernuran, di Padang, hari ini (3/8). Sedangkan serah terima jabatan dengan Syamsu Rahim dan Desra Ediwan dilakukan pada 4 Agustus di Solok. Devi Kurnia menjabat hingga pelantikan bupati dan wakil bupati definitif hasil pilkada serentak 9 Desember nanti. (Riki Chandra)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s