Werry, Tafdil, Masrul Lolos ke Putaran Akhir

27 Agustus, Pemilihan Tingkat Menristek Dikti
Pemilihan Rektor 2015-2019Padang, Padek—Calon rektor incumbent (masih menjabat) Prof Dr Werry Darta Taifur SE MA kembali meraih suara terbanyak dalam pemilihan rektor Unand periode 2015-2019 tingkat senat akademik Unand. Werry unggul telak dibandingkan empat calon lainnya.   
Dalam pemilihan berlangsung di Convention Hall Unand ini, Werry memperoleh 35 dari 74 suara anggota senat akademika yang ikut mencoblos (hampir 50 persen). Sebetulnya jumlah anggota senat 76 orang, namun dua orang berhalangan hadir.
Di posisi kedua diduduki Prof Tafdil Husni SE MBA PhD (19 suara), Dr dr Masrul MSc SpGK (16 suara). Lalu, Dr Ing Ir Uyung Gatot S Dinata memperoleh 3 suara, dan terakhir Prof Dr Marlina MS Apt mendapat 1 suara. Dengan hasil ini, Werry bersama Tafdil dan Masrul berhak mengikuti pemilihan putaran ketiga pada 27 Agustus 2015. Sedangkan Uyung dan Marlina tersisih.
Sebelumnya, dalam pemilihan tingkat dosen, Werry juga mendulang suara terbanyak, 331 suara. Lalu, diikuti Masrul 201, Uyung 169, Tafdil 164 dan Marlina 48. Sedangkan Jafrinur 35 suara dan Fasbhir 9 suara, tersisih dalam pemilihan tingkat dosen.
Diawali dengan Debat
Pantauan Padang Ekspres, sebelum dilakukan pemungutan suara, terlebih dahulu dilakukan penajaman visi dan misi, serta debat antarkandidat dan sesi tanya jawab dengan anggota senat. Dalam sesi tanya jawab yang dimoderatori Ketua Panitia Pemilihan Rektor Prof Firman Hasan, suasana terasa hidup. Masing-masing peserta antusias bertanya kepada lima calon yang duduk berjejer di depan audiens.
Untuk memastikan diskusi berjalan lancar dan terarah, Firman memberikan waktu 2 menit bagi masing-masing penanya. Setelah itu, Firman mempersilakan calon menjawab pertanyaan tersebut selama empat menit. Marlina, calon nomor urut lima, misalnya. Menjawab pertanyaan sekaligus usulan dari Dr Arisnaldi (senat utusan FISIP) yang menyatakan apakah pemilihan rektor kali ini melalui sistem kompromi, sehingga tidak diperlukan pemungutan suara.
“Kalau Pak Werry mau jadi wakil saya, saya mau memakai mekanisme kompromi,” ujar Marlina disambut gelak tawa peserta rapat.
Pada saat menjawab pertanyaan berikutnya, Marlina kembali menyentil Werry selaku incumbent. Tepatnya, pertanyaan Dr Endy Martius (senat utusan Fakultas Pertanian) yang mempertanyakan pertimbangan calon maju dalam pemilihan. Apakah para calon ikut seleksi karena yakin enaknya atau justru merasa akan banyak susahnya ketika menjadi rektor nantinya.
“Menurut saya pasti lebih banyak enaknya. Kalau tidak begitu, pastinya Pak Werry tidak akan maju kembali,” ujarnya sambil disambut tawa peserta rapat.
Dari sekian banyak pertanyaan, satu pertanyaan dari Prof Yose Rizal (senat dari Fakultas Peternakan) soal kesiapan calon meneken pakta integritas bila terpilih, sempat mendapat perhatian serius dari calon. Waktu itu, kelima calon siap menandatangi pakta integritas tersebut.
Pemungutan Pukul 14.10
Pemungutan suara dilakukan pukul 14.10. Namun, ada tiga pemegang hak suara yang sebelum istirahat makan siang melakukan pemilihan. Mereka adalah Prof Afrizal, Prof Isril Berd, dan Erwandi. Isril Berd (senat dari Fakultas Pertanian) mengatakan, dia harus meninggalkan rapat karena harus segera berangkat ke Jawa untuk urusan yang tidak bisa ditunda.
Namun demikian, dia tetap berharap proses bisa berjalan lancar dan demokratis. “Saya berharap siapa pun nanti rektor yang terpilih mampu meningkatkan akreditasi setiap prodi. Yang belum A jadi A, yang sudah A menjadi internasional,” harapnya.
Pukul 16.00, suasana tegang mulai terasa dalam ruangan Convention Hall. Muka tegang para calon mulai terlihat begitu panitia membuka gembok kotak suara. Untuk memastikan semua berjalan jujur dan adil, panitia meminta tiga peserta rapat untuk menjadi saksi.
Perolehan suara Werry dan Tafdil sempat saling kejar. Namun akhirnya dukungan terhadap Werry tak terbendung. Tafdil harus puas menduduki posisi kedua. “Insya Allah dengan bantuan teman-teman semua, mudah-mudahan bisa memperoleh yang terbaik,” ujar dekan Fakultas Ekonomi itu.
Menanggapi peluangnya bersaing kembali dengan dua calon lain, Tafdil enggan berkomentar lebih banyak. “Wallahualam lah kalau itu,” elaknya.
Sedangkan Masrul yang berada di posisi ketiga, mengaku tidak memiliki ekspektasi berlebihan terhadap pemungutan suara yang dilakukan. “Namanya permainan, kalau games tidak semuanya bisa kita perkirakan. Kita sudah menerima semua keputusan hari ini dan kita terima tentu saja,” ucap dekan Fakultas Kedokteran itu.
Mengenai peluangnya bersaing dengan kandidat lain pada pemilihan akhir, Masrul terlihat optimistis. “Namanya hidup, tentu kita harus ada yakin. Kalau tidak yakin saya sudah mundur dari sekarang,” tegasnya.
Werry Bersyukur
Sementara itu, Werry mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas hasil pemilihan putaran pertama dan putaran kedua yang terus unggul di antara calon Rektor Unand 2015-2019. Hasil yang konsisten ini mengukuhkan bahwa sebagian besar dosen dan anggota Senat Akademik Unand masih mengharapkan dan menilai dirinya layak memimpin Unand untuk satu periode lagi.
Selanjutnya, Werry mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua anggota senat akademika yang telah datang, mengikuti seluruh proses pemilihan mulai dari pagi sampai sore, sampai menunggu perhitungan suara. Werry mempunyai harapan agar hasil pada putaran ketiga bersama Menristek Dikti konsisten dengan hasil pada pemilihan putaran pertama dan kedua.
Target kinerja yang ingin dicapai  Werry untuk periode 2015-2019 untuk menjadikan Unand Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada akhir 2019, dinilai banyak pihak cukup jelas. Tetapi, persyaratan untuk mengubah dari status  PTN Badan Layanan Umum (BLU) menjadi  PTN-BH sangat berat, seperti 80 persen program studi harus mendapat akreditasi A dan mendapat akreditasi internasional untuk beberapa program studi dan syarat lainnya. Ketika ditanya apakah seluruh persyaratan PTN BH bisa tercapai selama empat tahun ke depan, dengan rasa optimistis, Werry menyatakan, “Insya Allah bisa dicapai dengan dukungan dan kerja keras, serta dukungan semua stakeholders.”
Saat ini, Unand sudah memiliki sebagian syarat yang harus dipenuhi menjadi PTN-BH. Seperti, meraih akreditasi A secara institusi, laporan keuangan WTP.
Pemilihan putaran ketiga merupakan putaran terakhir. Yang menjadi pemilih adalah anggota senat dan Menristek Dikti yang mendapat 35 persen alokasi suara dari total anggota senat akademik. Ketua Senat Akademik, Dr Ardinis Arbain dan Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unand 2015-2019, Prof Firman Hasan berharap pemilihan putaran terakhir terlaksana sesuai jadwal. (cr8)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s