3 Balon Gagal, 6 Daerah Dua Pasang

Padang, Padek—Hari penentuan bagi pasangan bakal calon kepala daerah berlalu sudah. Sebanyak 39 pasangan calon dari 13 kabupaten/kota plus provinsi, berhak mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang di Sumbar. Sedangkan tiga pasangan bakal calon gagal akibat tak memenuhi persyaratan.
Penetapan pasangan calon kepala daerah dilakukan KPU masing-masing daerah melalui rapat pleno tertutup di kantor KPU setempat, kemarin (24/8). Bukittinggi memiliki pasangan calon terbanyak: lima pasang. Sedangkan enam daerah hanya dua pasangan calon.
Tiga bakal calon kepala daerah yang terdepak adalah, pasangan balon perseorangan Solok Selatan (Solsel) Boy Iswarmen-Fachril Murad (tak memenuhi persyaratan dukungan KTP). Pasangan balon Pesisir Selatan (Pessel) Burhanuddin-Novrial Anas (tak memenuhi persyaratan berupa dokumen pajak). Terakhir, pasangan balon Tanahdatar Nelson Narwis-Muzwar (tak memenuhi persyaratan berupa dokumen pajak).
Ketua KPU Solsel, Isyuliardi Maas usai sidang pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati Solsel periode 2016-2021 berharap pasangan balon Boy Iswarmen dan Fachril Murad menerima keputusan tersebut. Sidang pleno digelar pukul 10.00  – 11.50. Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Solsel AKBP Ahmad Basahil.
Dari hasil verifikasi tahap pertama dokumen persyaratan calon perseorangan, tambah Isyuliardi, hanya terkumpul 14.596 dukungan KTP. Atau, terdapat kekurangan 2.864 KTP. Setelah dilengkapi kembali, hanya 2.396 dukungan memenuhi syarat. “Hanya terganjal 468 dukungan KTP, sehingga gagal ke pilkada,” bebernya.
Sementara itu, pasangan balon independen, Boy Iswarmen menerima hasil sidang pleno KPU Solsel. Namun, dia akan tetap menggugat keputusan KPU terkait dugaan kecurangan yang terjadi saat PPS memverifikasi dokumen persyaratan tersebut.
“Saya hargai keputusan sidang pleno KPU penetapan calon bupati dan cawabup Solsel, namun dugaan kecurangan yang terjadi di lapangan akan berakhir di PTUN,” terang Boy Iswarmen kepada wartawan.
Sementara itu, Ketua KPU Pessel, Epaldi Bahar mengatakan, pasangan balon Burhanuddin-Novrial Anas yang diusung Partai Demokrat dan PPP gagal diusung  akibat tidak memenuhi persyaratan. “Persyaratan yang tidak diserahkan bapak Novril Anas hingga batas akhir masa perbaikan adalah, tanda bukti tidak mempunyai tunggakan pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat balon bersangkutan terdaftar,” jelasnya.
Merujuk Pasal 4 Ayat (1) huruf l Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, calon bupati dan wakil bupati harus memenuhi persyaratan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dan memiliki laporan pajak pribadi.
Serta, Pasal 42 Ayat (1) huruf o Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, untuk pembuktian Pasal 4 ayat (1) huruf l, calon bupati dan wakil bupati harus menyerahkan fotokopi kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama bakal calon, tanda terima penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi atas nama bakal calon, untuk masa 5 tahun terakhir atau sejak bakal calon menjadi wajib pajak, dan tanda bukti tidak mempunyai tunggakan pajak dari KPP tempat bakal calon bersangkutan terdaftar.
“Novril Anas berdasarkan ketentuan tersebut, hanya menyerahkan fotokopi NPWP, tanda terima penyampaian surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi atas nama bakal calon untuk masa 5 (lima) tahun terakhir,” jelasnya.
Untuk syarat ketiga dari Pasal 42 Ayat (1) huruf o PKPU Nomor 12 Tahun 2015, diserahkan yang bersangkutan hanya Bukti Penerimaan Surat Nomor PEM:01003718\18\aug\2015 tertanggal 7 Agustus Tahun 2015 dengan keterangan Permohonan tanda Bukti tidak mempunyai tunggakan pajak oleh Novril, Alamat Jalan Waringin II No.50 RT.006 RW.08 Kayu Putih Jakarta dengan NPWP: 25.559.046.5-003.000 dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Wilayah DJP Jakarta Timur, KPP Pratama Jakarta Pulogadung.
Terkait keputusan itu, Burhanuddin didampingi Novril Anas mengatakan menghormati keputusan KPU. Namun, pihaknya tetap menyengketakan keputusan KPU tersebut. “Paling lambat besok pagi (hari ini, red), kami akan melakukan gugatan sengketa pemilu ke Panwas,” ungkapnya.
Kasus serupa juga dialami pasangan balon Nelson Narwis-Muzwar.  Ketua KPU Tanahdatar, Arwin usai penetapan pasangan calon menyebutkan, Nelson Darwis-Muzwar tidak memenuhi syarat karena tidak ada tanda bukti tidak menunggak pajak dari KPP. “Bila keberatan atas keputusan ini, silakan mengajukan laporan ke Panwaslu kabupaten,” sebut Arwin.
Menyikapi ini, Syafril, Ketua Tim Pemenangan Nelson Darwis-Muzwar mengatakan, kekurangan salah satu subpersyaratan tersebut akan dilengkapi melalui Panwaslu hari ini (kemarin, red).
“Kekurangan tersebut bukan hal yang prinsip, seluruh persyaratan wajib telah kami lengkapi. Ini tidak terpenuhi lantaran di saat KPU memintanya, kandidat sedang tidak berada di daerah,” ujarnya.
Syafril didampingi Nelson dan Muswar meminta seluruh pendukungnya tidak kecewa terhadap keputusan KPU tersebut. Sebab, pihaknya masih berjuang melalui Panwaslu Tanahdatar.
Di sisi lain, Ketua KPU Sumbar Amnasmen kepada Padang Ekspres usai menutup rapat pleno tertutup penepatan calon gubernur dan wakil gubernur di kantor KPU Sumbar, Padang, kemarin (24/8), membenarkan ada tiga pasangan balon gagal melaju. Biarpun begitu, proses pilkada serentak di tiga daerah tersebut tetap berjalan.
Dua Pasang Cagub Lolos
Sementara itu, untuk syarat dua pasangan balon gubernur Sumbar dinyatakan lengkap. Keduanya Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) diusung Partai Gerindra dan PKS, dan pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar(MK-FB) diusung PAN, NasDem, Hanura, dan PDIP.
“Penetapan calon yang lakukan hari ini (kemarin, red), setelah melalui proses verifikasi persyaratan bakal calon yang kami lakukan sejak 14 Agustus lalu,” ujar Ketua KPU Sumbar, Amnasmen kepada Padang Ekspres usai rapat pleno tertutup penetapan calon di KPU Sumbar, Padang, Senin (24/8).
Amnasmen menambahkan, rapat pleno penetapan calon dilakukan KPU secara tertutup, tanpa melibatkan Bawaslu dan tim sukses pasangan calon. “Hal itu dilakukan KPU bukan karena adanya kekhawatiran KPU dengan situasi keamanan saat proses penetapan itu berlangsung. Namun, itu kami lakukan setelah adanya Surat Edaran (SE) KPU RI No 501 menyatakan rapat pleno penetapan itu dilangsunkan secara tertutup,” ucap Amnasmen.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumbar, Elly Yanti mengaku mendapat surat pembatalan untuk hadir dalam proses penetapan calon gubernur dan wakil gubernur yang dilakukan KPU. “Surat itu kami terima tadi pagi (kemarin, red),” jelas Elly Yanti.
Dihubungi terpisah, laision officer (tim penghubung) pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Muslim Kasim-Fauzi Bahar, Yul Akhiary Sastra mengakui juga mendapat surat pembatalan menghadiri rapat pleno penetapan calon pada Minggu (23/8) sore.
Hari Ini Pengundian Nomor
Selain mempersiapkan proses penetapan pasangan  calon, Amnasmen juga menyampaikan pada malam ini atau sehari pascapenetapan, dilakukan penarikan nomor urut pasangan calon. “Penarikan nomor urut itu kami rencanakan di Hotel Pangeran Beach, nanti dihadiri langsung pasangan calon dan tim sukses atau tim pemenangannya,” kata anggota KPU Sumbar Divisi Sosialisasi, Nova Indra yang menyebut proses pengundian nomor urut ini ditayangkan langsung (live) di Padang TV mulai pukul 19.30 hingga selesai.
“Kami meminta pada tim sukses dari pasangan calon agar menjaga situasi kondusif mulai dari tahapan penetapan calon hingga tahapan penarikan nomor urut,” tambah Nova Indra.
Dharmasraya Siaga Satu
Di Dharmasraya, Kapolres AKBP Bondan Witjaksono menerjunkan sekitar 106 personel dalam pengamanan penetapan calon bupati Dharmasraya periode 2016-2021. Untuk ring pertama, pengamanan kantor KPU, ring kedua di luar kantor KPU, dan ring ketiga perempatan jalan atau persimpangan menuju kantor KPU.
Terhitung tanggal 26 Agustus hingga tahapan pilkada selesai, tambah Bondan, Dharmasraya berada dalam kondisi siaga satu. “Untuk itu, kami mengimbau seluruh elemen agar jangan bersikap aneh-aneh yang bisa memecah-belah persatuan dan kesatuan,” ujarnya. (yon/ni/cc/rc/roi/wni/ita/mal/zil/at/tn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s