Ungguli Incumbent, Tafdil Rektor Terpilih

Siap Bersama-sama Bangun Unand

tafdilPadang, Padek—Pergantian suksesi kepemimpinan terjadi di Universitas Andalas (Unand). Dekan Fakultas Ekonomi Unand, Prof Tafdil Husni SE terpilih menjadi rektor dalam pemilihan tahap akhir pemilihan rektor Unand periode 2015-2019 di Convention Hall Kampus Unand Limaumanih, Padang, Kamis (27/8). Tafdil meraup suara terbanyak dibandingkan dua calon rektor lainnya.
Putra Nagari Kotoanau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok itu memperoleh 51 suara. Di posisi kedua, calon rektor incumbent (sedang menjabat) Prof Werry Darta Taifur SE dengan 40 suara. Sedangkan posisi ketiga ditempati Dekan Fakultas Kedokteran Dr dr Masrul dengan 21 suara.
Pada pemilihan putaran ketiga ini, Sesuai aturan, Menristek Dikti mempunyai hak suara 35 persen dari anggota senat yang hadir. Jumlah anggota senat yang hadir 73 orang. Tiga orang berhalangan hadir karena sedang menunaikan ibadah haji. Dengan demikian, Menristek Dikti mendapat 39 suara. Jadi, total suara yang diperebutkan ketiga calon rektor sebanyak 112 suara.
Tiga anggota senat yang tidak hadir itu Prof Dr Herwandi dan Dr Rina Marnita S (Fakultas Ilmu Budaya), serta Dr Muhafzan (Fakultas MIPA). Sedangkan Menteri Ristek Dikti, M Nasir diwakili Sekjen Kemenristek Dikti Prof Dr Ainun Naim. Dalam pemilihan ini, Ainun mendapat kesempatan mencoblos tiga kali, masing-masingnya 13 suara.
Pantauan Padang Ekspres di Convention Hall, proses pemilihan berlangsung cepat, hanya sekitar 30 menit mulai sekitar pukul 10.00. Dipandu Firman Hasan, anggota Senat Akademik plus perwakilan Menristek Dikti mendapat kesempatan mencoblos secara bergiliran di empat bilik suara yang sudah disiapkan panitia pada bagian depan gedung. Seusai mencoblos, kertas suara dimasukkan ke dalam kotak di bagian tengah depan keempat bilik suara itu.
Setelah keseluruhan anggota Senat Akademik plus perwakilan Menristek Dikti mencoblos, proses pemilihan ini langsung dilanjutkan dengan penghitungan suara. Di awal penghitungan, suara Tafdil dan Werry saling berkejaran. Di pertengahan penghitungan suara, perolehan suara Tafdil mulai menggungguli Werry. Sampai akhirnya, Tafdil memperoleh suara terbanyak.
Setelah penghitungan suara, ketiga calon saling bersalaman dan berpelukan. Werry, Tafdil dan Masrul menyalami anggota senat yang hadir pada kesempatan itu. Suasana penuh keakraban terlihat di antara ketiga calon rektor dan anggota Senat Akademik.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unand periode 2015-2019, Prof Firman Hasan mengatakan, hasil pemilihan langsung dikirim ke Jakarta. “Setelah itu, kita sama-sama menunggu turunnya surat keputusan (SK) dari Menristek Dikti. Saya pikir peluang diskresi pemerintah (presiden) terhadap masalah ini, kecil kemungkinan. Terlebih lagi, perwakilan Menristek Dikti langsung terlibat dalam proses pemilihan,” sebut Firman.
Kemenangan Unand
Menanggapi hasil pemilihan, Tafdil menekankan bahwa tak ada yang menang atau kalah. “Bagi saya, tak ada yang menang atau kalah dalam ini. Yang ada adalah kebersamaan untuk membangun Unand. Mari kita bersama-sama membangun Unand lebih baik ke depannya,” sebut pria kelahiran Padang pada 20 November 1962.
Dalam visi dan misinya, Tafdil bertekad membenahi tata kelola Unand dengan menggunakan kaedah Good University Governance (GUG). Kepatuhan terhadap prinsip transparancy, accountability, responsibility, independency, dan fairness, merupakan persoalan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam pengelolaan. “Di sini, kebersamaan dan disiplin menjadi sangat penting. Untuk memimpin Unand perlu berinovasi, sinergi dan akselerasi (BISA),” sebuatnya.
Sementara itu, baik Masrul maupun Werry, menyatakan siap bekerja sama dengan rektor terpilih untuk menjadikan Unand lebih baik. “Seiring berakhirnya proses pemilihan, tentu sekarang bagaimana kita bersama-sama lagi membangun Unand,” kata Masrul.
Hal serupa dikemukakan Werry. “Karena saya berasal dari Unand, tentu saya juga bertanggung jawab untuk memajukan Unand,” ujarnya singkat.
Terpisah, mantan Rektor Unand Prof Musliar Kasim Musliar mengajak semua pihak menerima hasil pemilihan. “Ke depan, kita tentu berharap pada rektor terpilih untuk bisa bekerja sama dengan semua kalangan untuk membesarkan Unand,” ujar Musliar yang ketika dihubungi berada di Makassar.
Sekjen Kemenristek Dikti Ainun Na’im mengapresiasi suksesi kepemimpinan di Unand berjalan tanpa gejolak. Dia mengajak semua kalangan bersama-sama membangun Unand agar lebih baik.
Sebelum pemilihan, ketiga calon rektor meneken nota kesepahaman dengan Senat Akademik. Nota kesepahaman ini terdiri dari tujuh poin. Di antaranya, mendorong dan memfasilitasi revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Minangkabau melalui kegiatan-kegiatan akademik secara bertahap dan berkelanjutan sebagai kontribusi untuk kejayaan bangsa (selengkapnya lihat grafis).
“Nota kesepahaman ini haruslah dijalankan calon rektor terpilih. Intinya, jadi garisan yang harus jadi acuan bagi rektor terpilih dalam membuat program kerja,” tegas Ketua Senat Akademik Prof Dr Ardinis Arbain didampingi Sekretaris Senat Akademik Dr Ir Endry Martius. (rdo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s