Bakteri Asam Laktat Termofilik Bisa Tekan Kolesterol 30 Persen

Nurjama’yah Br Ketaren, Doktor Ketiga Program Doktor Ilmu Peternakan
ujian terbukaAnda penggemar gulai kambing, namun takut kolesterol meningkat? Sekarang tak perlu cemas lagi, seiring keberhasilan Dr Nurjama’yah Br Ketaren MSi menemukan bakteri asam laktat (BAL) termofilik yang diisolasi dari sumber air panas Rimbopanti Sumbar. Bagaimana ceritanya?
Nurjama’yah tak kuasa menahan air matanya ketika diberi kesempatan memberikan sambutan seusai dipastikan lulus dalam ujian terbuka Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Unand, di ruang sidang Dekanat Fakultas Peternakan Unand, kampus Unand Limaumanih, Senin (28/9). Dosen Universitas Al Azhar Medan ini berhasil menyelesaikan program doktornya tak sampai empat tahun.
”Saya mengucapkan terima kasih pada semua pihaknya yang sudah membantu untuk penyelesaian program doktor ini. Termasuk, civitas akademika Fakultas Peternakan Unand,” sebut Nurjama’yah sambil berkaca-kaca di hadapan tim penguji, pembimbing, Dekan Fakultas Peternakan Dr Jafrinur, Wakil Rektor III Unand DrIr Aprisal MP dan lainnya.
Dalam disertasi berjudul ”Potensi isolat bakteri asam laktat (BAL) termofilik dari sumber air panas Rimbopanti Sumbar sebagai biopreservatif dan penurunan kolesterol daging” , Nurjama’yah memperoleh hasil yang mengejutkan. Melalui BAL termofilik yang diisolasi Nurjama’yah dari sumber air panas Rimbopanti setelah diujicobakan pada ternak unggas dan kambing, menunjukkan terjadi penurunan kolesterol sampai 30 persen.
Keberhasilan Nurjama’yah menekan kadar kolesterol  sampai 30 persen ini, terbilang mencenggangkan. Soalnya, berdasarkan hasil penelitian sejumlah peneliti sebelumnya, rata-rata penurunan kolesterol baru mencapai 20,7 persen sampai 22,7 persen. ”Bila merujuk hasil penelitian ini, memang jauh lebih baik dibandingkan penelitian sebelumnya,” sebut Nurjama’yah.
Perempuan kelahiran Pancurbatu Medan pada 6 Juli 1975 itu, memulai penelitiannya dengan mengambil lima sampel dari kolam air panas di Rimbopanti. Lalu, dibiakan dalam labor selama dua hari. Selanjutnya, diisolasi menggunakan medium penumbuh bakteri. Setelah dipastikan bakteri asam laktat (BAL) termofilik, lalu diisolasi dalam medium lainnya. Terakhir, didapatkanlah BAL termofilik paling bagus/terbaik.
”BAL termofilik terbaik inilah nantinya diujikan guna menurunkan kadar kolesterol daging kambing dan ayam. Lalu, kenapa harus ayam dan kambing? Soalnya, kadar kolesterol daging ternak ini lebih tinggi dibandingkan ternak lainnya, termasuk sapi,” sebut putri almarhum Amat Ketaren itu.
Tak hanya menurunkan kadar kolesterol, perlakuan Nurjama’yah ini juga bisa meningkatkan umur simpan dan kualitas daging segar. Soalnya, BAL ini bisa menghambat pertumbuhan mikroba pathogen setelah menghasilkan bakteriosin. Bakteriosin menjadi bahan pengawet alami dan bersifat menghambat dan membunuh bakteri pathogen dan aman bagi kesehatan.
”Bakteriosin ini diduga mampu menurunkan kolesterol daging, karena gugus OH pada kolesterol terikat pada senyawa bersifat alifatik, sehingga mampu dilepas dan berikatan dengan atom H dari NH2 pada bakteriosin membentuk H2O. Kolesterol pun keluar bersama air rendaman bakteriosin, sehinga kolesterol daging pun menurun,” ujar Nurjama’yah.
Dari penelitian ini, Nurjama’yah mendapatkan bahwa isolat BAL termofilik yang mempunyai daya hambat tertinggi terhadap bakteri pathogen adalah Pediococcus pentosaceus strain N6. Selain itu, modifikasi sumber karbon molases dan sumber nitrogen susu skim dapat meningkatkan produksi Pediocin N6 dan menghasilkan aktivitas antimikorba tertinggi.
Wakil Rektor III Unand Dr Ir Aprisal MP menyambut positif hasil penelitian yang dilakukan Nurjama’yah. Dia berharap hasil penelitian ini bisa dipatenkan dan dikembangkan secara massal. ”Kita harapkan tentu tak sampai pada disertasi ini saja. Harus ada penelitian lebih lanjut, sebelum diproduksi secara massal,” sebut Aprisal.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Dr Jafrinur menyebutkan bahwa Nurjama’yah merupakan doktor ketiga yang dihasilkan Program Doktor Ilmu Peternakan Unand. ”Mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih baik lagi dengan melengkapi sarana penunjang perkuliahan, termasuk fasilitas labornya. Sehingga, bisa menarik animo calon mahasiswa berkuliah di Program Doktor Ilmu Peternakan Unand,” harapnya. (***)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s