Telan Dana Rp 1,5 M, Kantor Walnag Padanglua Dibangun

rapat nagariAgam, Padek—Rencana pembangunan kantor Wali Nagari (Walnag) Padanglua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam makin dimatangkan. Sedianya pembangunan yang diperkirakan menelan biaya Rp 1,5 miliar itu, dimulai tahun ini juga berlokasi di lahan kantor wali nagari sekarang plus bangunan TK Dahlia lama Padanglua.   
Demikian mengemukan dalam rapat nagari di Balerong Nagari Padanglua, akhir pekan lalu. Dalam rapat yang dibuka Ketua Bamus Padanglua Jefri Nasir itu, juga dihadiri perantau Padanglua di Jakarta secara khusus pulang basamo, termasuk Sekretaris Nagari Padanglua Jufri Arief yang mewakili Pj Wali Nagari Padanglua yang berhalangan hadir.
Abdul Aziz, salah seorang panitia pembangunan, menuturkan bahwa sejauh ini gambar dan rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan kantor wali nagari sedang dikerjakan di Bandung. Bila tak ada aral melintang, pertengahan bulan depan sudah selesai dikerjakan. Selepas itu, hasilnya tetap dibahas lagi oleh panitia pembangunan.
“Sebetulnya gambar sekaligus RAB kantor wali nagari itu sudah selesai. Namun akibat ada perubahan mendasar dari segi gambar, mengakibatkan terjadi perubahan secara keseluruhan. Mau tak mau, kita pun terpaksa membuatnya lagi,” sebut Abdul Aziz yang sehari-hari berkerja di PT Semen Padang itu.
Merujuk pada persoalan ini, Abdul Aziz berharap, gambar kantor wali nagari yang sedang dibuat sekarang tidak berubah lagi. Bila tetap berubah, dia khawatir rencana pembangunan bakal molor. Bahkan, tak tertutup kemungkinan tidak bisa dibangun tahun ini.
Menurut rencana, kantor wali nagari Padanglua dibangun dua lantai dengan arsitektur modern. Biarpun begitu, tetap mempertahankan ciri khas Minangkabau dengan gonjongnya. Untuk tahap awal, anggaran pembangunan dialokasikan dari Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN) 2015 sebesar Rp 200 juta.
“Awalnya, kita ambilkan dari dana desa. Namun setelah dipelajari lagi, ternyata dana desa tidak boleh diperuntukan untuk pembangunan gedung/kantor. Hanya lebih diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Akhirnya, kita usulkan menggunakan dana DAUN,” jelas Jufri Arief.
Nah karena menggunakan anggaran nagari, tambah Jufri, mau tak mau pembangunannya harus dilaksanakan tahun ini juga. Bila tidak, alokasi anggaran pembangunan bakal menjadi silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) dan anggarannya harus dikembalikan ke kas negara.
Sementara Jefri Nasir menambahkan bahwa pembangunan kantor wali nagari ini tetap melibatkan partisipasi masyarakat. “Bila hanya mengandalkan anggaran pemerintah, jelas bakal lama pengerjaan kantor wali nagari ini. Makanya, kita tetap mengandalkan dukungan masyarakat juga nantinya,” sebuat Jefri dalam rapat yang juga dihadiri anggota DPRD Agam Guswardi. (rdo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s