Bahas Isu Lingkungan, SBY jadi Keynote Speaker

Mendesak Kerja Sama Lintas Negara Tangani Kabut Asap
SBY2Padang, Padek—Berlarut-larutnya tragedi kemanusian berupa kabut asap dampak kebakaran hutan dan kawasan lahan perkebunan hampir tiga bulan terakhir, melahirkan keprihatinan banyak kalangan. Termasuk, kalangan akademisi dan pemerhati lingkungan lintas negara. Desakan perlunya dirancang kerja sama antarnegara pun dinilai menjadi salah satu solusi yang perlu dipertimbangkan.Nah persoalan di atas menjadi salah satu isu strategis yang bakal dibahas dalam 2015 International Conference on “Green Development In Tropical Regons” . Seminar internasional ini menghadirkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi keynote speaker (pembicara utama, red). SBY diundang sesuai kapasitasnya selaku President of Assembly and Chair of Council Global Green Growth Institute and the 6th President of Republic of Indonesia.
Seminar berlangsung di Conventional Hall Unand, Kampus Limaumanih, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (29/10) mendatang itu, juga menghadirkan 10 orang pembicara panel terdiri dari tujuh orang berasal dari luar negeri dan tiga orang dari Indonesia. Lalu, sebanyak 12 peserta parallel sessions asal luar negeri dan 60 orang lainnya parallel sessions asal Indonesia. Selain itu, sebanyak 40 orang peserta poster. Sedangkan pengamat atau partisipan berjumlah sekitar 100 orang.
”Seminar ini kita angkatkan guna menindaklanjuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi (Earth Summit) di Rio de Janeiro, Brazil, pada 1992, merupakan upaya global untuk mengkompromikan kepentingan pembangunan dan lingkungan. Nah, lewat seminar ini kita berupaya mengakomodir riset/ penelitian pada peneliti, dosen dan praktisi gerakan pembangunan berbasis hijau,” sebut Ketua Panitia Prof Rudi Febriamansyah MSc PhD kepada Padang Ekspres di gedung Pascasarjana Unand, kemarin (20/10).
Ada pun pembicara panel masing-masing, Prof Rudi Febriamansyah Andalas Univesity Indonesia, Prof Ian Patrick (University of New England Australia), Prof Jamal Othman (Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia), Dr Endah Murniningtyas (Perhepi Pusat Indonesia). Lalu, Prof Ryokei Kada (Shijyonawate Gakuen University Japan), Prof Toru Matsumoto (University of Kitakyushu Japan), Prof Nestor Baguinon (University of the Philippines Los Banos the Philippines), Dr Lareef Zubair (Foundation for Environment, Climate and Technology Sri Langka). Selanjutnya, Dr Nguyen Van Kien An (Giang University Vietnam) dan Prof Bustanul Arifin (Lampung University Indonesia).
“Salah satu isu paling menarik, tentunya soal usulan perlunya kerja sama antarnegara dalam penanganan kabut asap nantinya akan disampaikan Prof Jamal Othman dari Malaysia. Perlu juga diketahui bahwa seminar ini sudah lama dirancang, artinya bukan akibat merebaknya kabut asap seperti sekarang ini,” tegas Rudi.
Rektor Unand Prof Dr Werry Darta Taifur SE MA menyambut baik seminar internasional ini. Dia menyebut bahwa persoalan lingkungan perlu dikaji lebih dalam, terlebih lagi sekarang ini kerusakan lingkungan sudah terjadi di mana-mana. ”Kita tentu berterima kasih sekali kepada bapak SBY yang berkenan menjadi keynote speaker dalam seminar ini,” katanya. (rdo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s