Peranan Bergeser, Apoteker Harus Berbenah

Padang, Padek—Pelayanan kefarmasian mengalami pegeseran akhir-akhir ini. Bila semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi. Namun, sekarang orientasinya berkembang menuju pelayanan yang mengacu kepada pasien lebih dikenal dengan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care).
Demikian dikemukakan Dekan Fakultas Farmasi Unand Prof Dr Helmi Arifin MS Apt kepada Padang Ekspres di Padang, kemarin (5/11). Menurutnya, kondisi ini tak terlepas dari peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan pergeseran budaya rural menuju urban. Kenyataan ini menyebabkan peningkatan konsumsi obat, terutama obat bebas, kosmetik, kosmeseutikal, health food, nutraseutikal dan obat herbal.
”Pharmaceutical care sendiri merupakan pelayanan komprehensif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pelayanan obat kepada penderita melalui berbagai tahapan pekerjaan meliputi diagnosis penyakit, pemilihan, penyiapan dan penyerahan obat kepada penderita yang menunjukkan suatu interaksi antara dokter, farmasis, perawat dan penderita sendiri. Dalam pelayanan kesehatan yang baik, tentunya informasi obat menjadi sangat penting terutama informasi dari farmasis, baik untuk dokter, perawat maupun penderita,” sebutnya.
Konsekuensi semua ini, tambahnya, apoteker dituntut bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku agar bisa melaksanakan interaksi langsung dengan pasien. Bentuk interaksi tersebut berupa, pemberian informasi, monitoring penggunaan untuk mengetahui tujuan akhirnya, serta sesuai harapan dan terdokumentasi dengan baik. Mau tak mau, apoteker harus menyadari kemungkinan terjadi kesalahan pengobatan (medication error) dalam proses pelayanan.
”Karena itu, apoteker dalam menjalankan pengabdian profesinya dalam asuhan kefarmasian, harus selalu meningkatkan kemampuannya. Begitu pula apotek, harus mampu berkomunikasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam menetapkan terapi untuk mendukung penggunaan obat yang rasional,” ujar Helmi. Dia juga menyebut, bidang sains farmasi merupakan bidang yang penting dalam perkembangan bidang farmasi. Soalnya, mendukung pelayanan farmasi klinis.
Nah guna memfasilitasi farmasis agar bisa mengetahui dan meningkatkan pengetahuan soal perkembangan ilmu farmasi baik sains maupun klinis, Fakultas Farmasi Unand bekerja sama dengan pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sumbar menyelenggarakan seminar nasional. Seminar bertajuk ”Perkembangan Terkini Sains Farmasi dan Klinik V” ini, merupakan kegiatan tahunan Fakultas Farmasi sejak tahun 2011.
”Selain seminar, kegiatan ini juga diikuti dengan workshop, baik itu terkait sains maupun farmasi klinik. Peserta seminar dan workshop terdiri dari akademisi, pemerintahan, praktisi, mahasiswa bahkan mereka yang terlibat di industri obat,” sebut Helmi diamini Ketua Panitia Dr Fatmi Sri Wahyuni. Seminar sendiri dihelat di Hotel Bumiminang Padang mulai hari ini (6/11) sampai besok (7/11).
Seminar sendiri berbentuk ceramah dan diskusi ilmiah yang disampaikan pemakalah utama (invited speaker) dan presentasi oral, serta poster oleh peserta. Ada pun pemakalah utama masing-masing Assoc Prof Hidehiro Uekusa, Department of Chemistry and Materials ScienceTokyo Institute of Technology, Prof Dr Yahaya Hassan, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, Prof Dr Edy Meiyanto MSi Apt Gadjah Mada University. Lalu, Prof Dr rer nat H Mochamad Yuwono MS, Airlangga Univeristy, dan Prof Dr Amri Bakhtiar MS DESS Apt, Fakultas Farmasi Unand, Padang. (rdo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s