Bukittinggi Banjir, 300 KK Diungsikan

06-11-Banjir lagi Bukittinggi12Bukittinggi, Padek—Rentetan musibah seakan belum berakhir melanda Kota Bukittinggi. Setelah tiga bulan terpapar kabut asap, kini kota wisata itu dihondoh banjir. Lebih dari 300 kepala keluarga (KK) atau 350 orang dievakuasi karena rumahnya terendam banjir setinggi 1,5 meter.
Banjir melanda Jalan Hamka Kelurahan Pakankurai, Kelurahan Pulai Anak Aie , Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Jangkak Mandiangin, belakang SMPN 2 Tarok dan sekitarnya. Kawasan paling parah terendam banjir adalah RT 02 RW 01 Kelurahan Pulai Anak Aie Kecamatan Mandiagin Koto Selayan (MKS). Lebih dari 100 unit rumah digenangi banjir.
Warga diungsikan ke rumah rukun tetangga (RT) dan pos pemuda. Tak sedikit pula yang memilih bertahan di rumahnya. Mereka khawatir barang-barang berharganya dibobol maling.
Genangan air mulai naik sekitar pukul 14.00 setelah diguyur hujan deras sejak pagi. “Siap Shalat Jumat air mulai naik. Menjelang sore, air semakin membesar dan menggenangi kawasan tersebut,” ujar Joni Chandra, mantan Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Pulai Anak Aie.
Kejadian ini bukanlah pertama kali melanda kawasan tersebut. Namun, banjir kali ini paling parah sejak 15 tahun terakhir. Kondisi itu turut dipicu banyaknya bangunan warga berdiri di atas tali bandar, di samping tumpukan sampah di mana-mana.
BPBD Bukittinggi menurunkan 15 personel plus satu unit perahu karet. Sampai Jumat (6/11) sore, dia mendapat informasi ada enam titik kebanjiran. “Hingga jam enam sore, ada enam lokasi dilanda banjir,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik, Suyerman.
Kasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Drainase Dinas PU Bukittinggi, Rahmat mengklaim sudah membenahi tali bandar dan drainase di kawasan tersebut sejak lima tahun terakhir. “Sebenarnya, air ini datang dari hulu (kawasan Padanglua, Agam), tak murni dari sini saja,” ungkapnya.
Namun begitu, Dinas PU akan mengkaji ulang kondisi drainase dan tali bandar di daerah tersebut. “Bisa jadi kita pertinggi tembok bandar itu,” ujarnya.
Ratna, 43, warga setempat, menyebut sudah empat kali banjir terjadi dalam setahun terakhir. Namun, kali ini paling parah.
Pimpinan DPRD dan Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi turun langsung mengevakuasi warga dengan perahu karet. Ketua DPRD, Beny Yusrial didampingi Wakil Ketua DPRD Trismon dan Ketua Komisi III DPRD Dt Rusdy Nurman berjanji mengkaji persoalan bangunan tidak berizin di atas tali bandar. “Jika terbukti ada bangunan tidak berizin, kita akan bongkar,” tegas Beny. (s)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s