Banjir-Longsor Hantam Solsel

????????????????????????????????????

Solsel, Padek—Musim hujan tiba, bencana alam pun melanda Sumbar. Setelah banjir di Kota Bukittinggi, Jumat (6/11), kemarin giliran Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dilanda banjir disertai longsor. Ratusan rumah warga terendam.
Banjir dipicu meluapnya Batang Lawe sehingga merendam ratusan rumah warga setinggi 50 cm. Banjir juga menyisakan lumpur setinggi 15 cm di halaman hingga ke dalam rumah warga di Kampung Tarandam, Kampung Palak, Nagari Pasar Muaralabuh.
Bukit longsor juga terjadi di Jorong Lereng, Nagari Kotobaru dan menimbun badan jalan menuju Bangko. Kondisi serupa terjadi di Jorong Jambu, Nagari Pulakek. Sebanyak 16 rumah terendam banjir sejak Sabtu (7/11) malam, sekitar pukul 21.00. Sejumlah jalan kabupaten di Sungaipagu terban diseret arus sungai.
“Selain Batang Lawe, Batang Pulakek, Batang Bangko dan Batang Sipatu juga meluap. Luapan terjadi akibat pohon tumbang ke sungai setelah badai terjadi di daerah tersebut,” ungkap Kepala BPBD Solok Selatan, Editorial didampingi sekretaris BPBD Sumardianto, serta Kabid RR Saptono, Kabid Pencegahan Bencana, Rusdi Harmen, pihak TNI, Polri, Pol PP, serta Dishub, dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) kepada Padang Ekspres, Minggu (8/11).
Kabid Kedarutan dan Logistik, Dalwison menyebut tiga bukit yang longsor. Di Jorong Aiabatu, Nagari Pulakek misalnya, satu unit rumah ditimpa batu besar. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Sisra Dewi, 32, korban longsor mengatakan, rumahnya ditimpa batu sebesar mobil L-300, Sabtu (7/11) malam, sekitar pukul 21.30. “Tak hanya rumah saya dihantam batu, tapi rumah buk Gusmarni juga condong ke sawah setelah tiang rumahnya terimbas banjir,” katanya.
Merata Akhir November
Perkiraan musim hujan diprediksi berlangsung hingga awal tahun nanti. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Sakya mengatakan, musim hujan datang pada minggu keempat November. “Sekitar tanggal 20-an nanti,” imbuhnya, kemarin (11/8).
Saat ini, hujan masih sebatas masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Cirinya, hujan turun disertai angin kencang. Pada November hingga Desember, lanjut dia, musim hujan mulai terjadi di sebagian wilayah. Khususnya di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. “Tapi, sedikit terlambat pada Sumatera Selatan bagian Timur,” ungkapnya.
Puncak musim hujan diprediksi jatuh pada Januari dan Februari. “Prediksi ini masih dalam masa transisi, jadi kita belum bisa pastikan,” ungkapnya.
Data BMKG, untuk wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta diprediksi memiliki intensitas tinggi.
Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko menambahkan, potensi banjir untuk bulan ini masih terbilang aman. Namun, potensi banjir pun tak dapat dipungkiri bahwa intensitas hujannya tidak wajar. “Kalau hujan turun lebih dari 3 jam sampai 5 jam, masyarakat perlu mewaspadai itu. Khususnya untuk wilayah yang biasa langganan banjir,” ungkapnya. (at/jpg)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s