Bangun 2 Stasiun KA Besar di Sumbar

Guna Menyokong Proyek Trans Sumatera Railways
2-REFRIZAL KE REDAKSIPadang, Padek—Demi mendukung proyek Trans Sumatera Railways, pemerintah diharapkan membangun dua stasiun kereta api ukuran besar di Sumbar. Lokasi yang dianggap cocok untuk itu, yakni Kota Padangpanjang dan Bukittinggi.
Hal tersebut terungkap saat diskusi anggota Komisi VI DPR RI, Refrizal dengan jajaran Padang Ekspres dan Posmetro Padang di Gedung Graha Pena Padang, kemarin. Diskusi ini juga dalam masa reses I ke daerah pemilihan.
”Saat ini, sebagian feasibility study-nya sudah ada. Tinggal sekarang kemauan pemerintah untuk mewujudkannya. Karena, pengerjaan trase (jalur kereta api, red) ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan ke Padangpanjang telah dikerjakan,” kata anggota Komisi VI DPR RI, Refrizal, saat diskusi. Hadir pada kesempatan itu, GM Posmetro Padang Suleman Tanjung, Wapemred Padang Ekspres Heri Sugiarto, Pemred Posmetro Padang Reviandi dan jajaran lainnya.
Kenapa dipilih Kota Bukittinggi dan Padangpanjang? Refrizal menjelaskan di Bukittinggi, sudah ada tanah milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) seluas 4 hektare. Tanah itu juga telah bersertifikat hak milik. Sehingga, pembangunan stasiun besar di kota wisata itu bakal tak menemui kendala berarti.
”Tanah milik PT KAI seluas 4 ha itu sanggup memecahkan berbagai permasalahan di Bukittinggi. Salah satunya, permasalahan parkir yang selalu dikeluhkan pengunjung selama musim liburan,” ungkap anggota Badan Anggaran DPR itu.
Dengan tanah seluas 4 ha di Bukittinggi, menurutnya, rasanya cukup memadai untuk dibangun stasiun KA modern dengan fasilitas lengkap. Sehingga, mampu menggerakan ekonomi masyarakat. Hal ini dikarenakan, kata Refrizal, pusat-pusat bisnis baru akan tumbuh seiring dibangunnya stasiun yang bisa menampung ratusan ribu pengunjung itu. ”Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Sumbar pun meningkat,” harap Refrizal.
Seperti halnya Jepang dan kota-kota besar lainnya di dunia, sebut Refrizal, stasiun KA tak sekadar tempat pemberhentian kereta. ”Akan tetapi, bisa jadi lokasi parkir, tempat shopping dan lainnya,” paparnya.
Terkait jalan tol Padang-Bukittinggi, Refrizal mengatakan, lokasi tanah yang masih belum dibebaskan berada pada 11 titik. Untuk penggantian tanah untuk jalan tol itu dibutuhkan dana sebesar Rp 98 miliar. ”Untuk itu, pemerintah diharapkan turun tangan menyediakan sisa dana ganti rugi tanah itu. Jika dana tersebut tersedia, maka pembangunan jalan tol itu sudah bisa direalisasikan,” ungkap Refrizal.
Sekadar diketahui untuk pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi itu, menelan dana Rp 8 triliun lebih. Jalan tol ini akan memerlukan lahan 2×25 meter atau 50 meter sebagai lebar jalan. Proyek jalan tol ini akan dibangun sepanjang 242 km. Sehingga, total lahan yang harus dibebaskan 1.210 hektare.
”Persoalan ini telah saya sampaikan ke Menteri BUMN Rini Suwandi saat kunjungan kerjanya ke Sumbar, beberapa waktu lalu. Saat saya informasikan soal ganti rugi tanah untuk bangun jalan tol ini, beliau berjanji akan membantunya melalui APBN,” harap Refrizal.
Bedah Lapau Naik Kelas
Di sisi lain, Refrizal juga memaparkan program bedah lapau yang digagasnya kini telah ”naik kelas”. Sebelumnya lapau yang dibantu hanya berstatus kedai kecil, saat ini lapau sudah menjadi mini market yang dikelola dengan profesional. ”Sekarang lapau-lapau yang dibedah itu, kita berikan penamaan yang sama. Seolah franchise, tapi bukan franchise. Namanya itu kita beri Lapau Mart,” sebut Refrizal.
Anggota DPR RI Dapil II Sumbar ini menyebutkan, dengan adanya penamaan yang sama tersebut, bedah lapau nantinya juga akan dikelola oleh koperasi. Tujuannya, agar para pengusaha lapau dapat menyamakan persepsi dalam pengelolaan lapau ini. Karena, banyak lapau yang sulit berkembang karena sistem yang dipakai oleh pengusaha.
”Kita akan carikan orang yang profesional untuk mengelola koperasi ini nantinya. Kalau ada satu pengelolaan ini, sistem dan manajemen usaha lapau dapat terkoordinir. Begitu modal, jika ada yang membutuhkan bantuan, para pengusaha bisa dibantu oleh koperasi. Bahkan, saya juga akan mematenkan Lapau Mart ini,” jelas Refrizal.
Saat ini, katanya, sudah ada ratusan lapau yang dibedah. Hal ini merupakan sebuah kebulatan tekad untuk menuntaskan ”amanah” yang diberikan pemilihnya untuk melakukan bedah 1.000 lapau atau warung. ”Saat berkampanye 2014 lalu, kami berbeda dengan calon yang lain, tidak mengumbar janji. Tapi ingin membuktikan ke masyarakat, dan melanjutkan kerja selama ini,” kata Refrizal.
Anggota Komisi VI yang membidangi Perdagangan dan BUMN ini menargetkan, 2017 nanti, 1.000 lapau bakal terbedah. ”Program ini masih didanai dari anggaran pribadi, dan dilaksanakan secara bertahap di Dapil II,” kata Refrizal. (ril)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s