Longsor, Padang-Solok Lumpuh

– Truk Tertimbun di Lubuk Paraku
– 3 Terluka, Rumah dan SLB Rusak
1-rumah yang dihondoh2 herruPadang, Padek—Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Rabu (11/11) siang hingga tadi malam, mengakibatkan pusat ibu kota provinsi ini dikepung banjir dan longsor. Jalan Padang-Solok sekitar pukul 17.00, putus akibat longsor di 11 titik di sepanjang KM 14-25.
Tiga longsor terparah terdapat di Pondok Bambu KM 14, KM 15 dan Lubuk Peraku Panorama I. Satu truk tertimbun material longsor. Sedangkan sopirnya, tidak ada lagi di dalam truk. Satu motor terseret dan nyaris masuk jurang. Para pengendara dan pengemudi dari kedua arah terpaksa melewati Padangpanjang.
Selain longsor, ratusan rumah terendam banjir di kawasan Batuangtaba dan Gurunlaweh, Kecamatan Lubukbegalung, dan SPBU di kawasan Aiepacah.
Longsor juga terjadi di Batugadang, Bukit Karang Putih, Kecamatan Lubukkilangan. Satu rumah dan satu Sekolah Luar Biasa (SLB) milik Yayasan Hikmah Miftahul Jannah (HMJ) rusak parah. Tiga warga menjalani perawatan di Semen Padang Hospital.
Buyung Coga, warga Padangbesi, Kecamatan Lubukkilangan, sempat terperangkap air bah di Batugadang yang akhirnya selamat.
Pantauan Padang Ekspres, hampir seluruh ruas jalan di Padang digenangi air akibat hujan deras yang sebelumnya sudah diprediksi BMKG. Di Aiepacah, Padang, jalan lumpuh total. SPBU tak beroperasi karena terendam.
Tiga titik longsor di kawasan Lubuk Peraku memicu antrean panjang kendaraan, baik dari arah Padang maupun Solok. Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar dan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Padang serta Satpol PP hingga tadi malam masih berupaya membersihkan material longsoran.
Di Batuangtaba, 12 rumah terendam banjir dan 18 kepala keluarga dievakuasi tim SAR. Begitu pula di Gurunlaweh, Kecamatan Lubeg, air tergenang setinggi dua meter. Tim SAR mengevakuasi 40 kepala keluarga. Tidak hanya banjir dan longsor, satu pohon pelindung tumbang di Jalan Indarung.
“Kami masih mengevakuasi material yang berserakan di Jalan Padang-Solok dan menunggu alat berat,” kata Kepala BPB-PK Padang, Dedi Henidal.
Longsor di Batugadang, tiga penghuni rumah cedera diterjang longsor. Yakni, Riza Ramadhani, 35, serta dua anaknya Apriadi Idrus, 2, dan Ripka, 4. Ketiganya dirawat di Semen Padang Hospital.
“Seorang  warga lagi terjebak air bah di pulau tengah sungai. Info dari Kapolsek Lubukkilangan, warga itu berhasil dievakuasi. Namanya Buyung Coga, 70, warga Padangbesi. Untuk banjir, kami telah mengevakuasi 58 kepala keluarga di Batuangtaba dan Gurunlaweh,” katanya.
Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang menurunkan satu unit alat berat buldoser dan ekskavator. “Akibat longsor ini satu truk dan satu motor terseret ke jurang,” ungkap Kasi Peralatan dan Perbekalan, Syamsurinal.
Kapolsek Luki Kompol Aswarman menyiagakan petugas untuk mengurai kemacetan panjang di jalan Padang-Solok.
Sementara itu, meluapnya air Batang Arau di Kecamatan Padang Selatan, membuat masyarakat setempat panik. Empat boat yang bersandar terseret arus sungai di Muaro Batang Arau. Beberapa jam kemudian, keempat boat itu berhasil ditemukan.
Sedang Bersihkan Rumah
Terpisah, Riza Ramadhani, 35, bersama dua anaknya Apriadi Idrus, 2, dan Ripka, 4, menjadi korban longsor di perbukitan Batugadang Bukit Karang Putih, Kecamatan Lubukkilangan, Padang, kemarin (11/11), kini menjalani perawatan di Semen Padang Hospital.
“Saya dapat kabar dari warga  Riza dan kedua anaknya sudah dibawa ke Semen Padang Hospital,” ujar Yuhendri, kakak ipar Riza kepada Padang Ekspres di Semen Padang Hospital, tadi malam.
Saat kejadian, hanya Riza dan kedua anaknya di rumah. “Suaminya tidak tahu pasti keberadaannya,” sebut Yuhendri. Meski begitu, dia bersyukur ipar dan keponakannya selamat dari longsor.
Lisna, 45, warga setempat, menuturkan, Riza dan kedua anaknya diselamatkan warga. Anak laki-lakinya mengalami luka di kaki, tangan, dan kepala. Sedangkan anak perempuannya luka ringan di tangan dan kaki.
“Riza kondisinya tampak begitu lemah ketika dievakuasi. Dia langsung dibawa ke Semen Padang Hospital untuk mendapati perawatan,” ujar Lisna yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Rumah Riza agak terpisah dari rumah warga lainnya. “Saya tidak tahu pasti kronologi evakuasi korban dari rumahnya. Namun, kami bersyukur Riza dan anaknya selamat,” harapnya. Terperangkap Air Bah
Sementara korban terperangkap air bah, Buyung Coga menceritakan, saat kejadian dia sedang berladang. “Kalau tidak sempat pulang, saya tidur di pondok,” tutur pensiunan PT Semen Padang ini.
“Saat berada di pondok, saya mendengar suara gemuruh. Tak menyangka air bah meluap ke pondok saya. Saya langsung berteriak minta tolong. Anggota kepolisian bersama Basarnas, BPBD Padang, KSB Luki, TNI bersama-sama mengeluarkan saya dari kepungan air dengan tali. Saya pun selamat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SLB Miftahul Jannah, Desni Atri saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, longsor terjadi saat tidak ada aktivitas belajar. “Kami belajar hanya sampai pukul 12.00 siang,” ujarnya.
Sekolah ini memiliki tujuh kelas dan satu pustaka. Jumlah peserta didik 46 anak dari SLB SD dan SMP, dengan tujuh tenaga pengajar.
Ketua Yayasan HMJ Ridwan mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait bencana yang melanda lembaga pendidikannya. “Kami sudah sampaikan kepada dinas masalah ini. Mereka berjanji secepatnya mencarikan solusi, agar siswa kami dapat belajar kembali. Tempat ini masih sewa. Kami akan mencari tempat lain, tapi tetap di dekat sini,” katanya. (cr2/cr3)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s