Ayo Kawal Pilihan Rakyat!

IP-NA1Padang, Padek—Jelang hari “H” pilkada serentak 9 Desember mendatang, Pasangan Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) menyiapkan lima lapis pengamanan suara pilihan rakyat. Sedangkan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FB) menurunkan ribuan saksi dan satgas parpol pendukung.
Lima lapis pengamanan Paslon IP-NA terdiri dari penyiapan saksi, real count, quick count, satgas Kepanduan PKS dan Satria Gerindra, serta menyiapkan 9 pengacara untuk pengamanan sampai ke tingkat Mahkamah Konstitusi. Sedikitnya 26.207 personel dilibatkan dalam pengamanan ini.
“Kita melakukan semua ini semata-mata hanya untuk menjaga pilkada agar berjalan lancar dan baik, tanpa adanya penodaan terhadap hasil demokrasi rakyat,” sebut Irwan Prayitno kepada sejumlah wartawan di Posko Relawan IP-NA di kawasan GOR H Agus Salim Padang, Rabu (25/11).
Khusus saksi, Irwan menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan 3.390 saksi yang masing-masing ditempatkan tiga orang di setiap tempat pemungutan suara (TPS), sejauh ini berjumlah 11.121 TPS. Tentunya, jumlah ini bakal berubah seiring adanya kemungkinan perubahan data dari KPU.
“Di samping TPS, juga akan kita siapkan 2 saksi tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), 2 saksi KPU kabupaten/kota, plus 2 saksi KPU Sumbar. Masing-masing tingkatan ini, kita juga sudah menunjuk koordinator,” sebut putra Kuranji Padang ini.
Lapis kedua, tambahnya, menyangkut keberadaan anggota Kepanduan PKS dan Satria Gerindra. Bila ditotalkan jumlahnya mencapai 11.121 lebih. Artinya, paling kurang satu orang bakal ditempatkan di TPS. Namun bila keadaan suatu TPS dinilai rawan, nantinya pengamanan dari tim Kepanduan dan Satria bertambah jadi 4-5 orang.
Tak sekadar mengawasi jalannya pelaksanaan dan perhitungan suara, menurut Irwan, saksi ini juga ditugaskan untuk mengumpulkan dokumen C1. Nah, dokumen resmi C1 inilah bakal dijadikan data perhitungan real count. Nantinya, pelaksanaan real count ini dipusatkan di Posko Relawan IP-NA.
“Selanjutnya, kita juga menggandeng salah satu lembaga survei nasional guna melaksanakan quick count. Hasil quick qount ini bakal ditayangkan di salah satu televisi nasional dan lokal. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat kemungkinan terjadi kecurangan,” ujar Irwan.
Belum cukup sampai di situ, Tim Pemenangan IP-NA juga sudah menyiapkan sembilan advokat guna menghadapi kemungkinan terjadinya gugatan paslon lain terhadap hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Khusus advokat ini, juga sudah diberi pembekalan ke Jakarta terhadap bagaimana menghadapi gugatan nantinya.
Biarpun begitu, Irwan menyakini, kecil kemungkinan terjadinya gugatan. Pasalnya, MK sudah membatasi gugatan sesuai UU Pilkada dan Peraturan KPU, hanya bisa dilakukan bila selisih suara lebih dari 2,5 persen. Bila di bawah itu, MK tidak akan meladeni gugatan.
Untuk lebih memperkuat pengamanan, Tim IP-NA juga melakukan koordinasi dengan tim Pilkada Kabupaten/Kota, terutama yang sama-sama didukung PKS dan Gerindra. Sesuai aturan, saksi untuk Pilgub terpisah dengan Pilkada Kabupaten/Kota. Kendati demikian, Irwan menyebutkan tetap berkoordinasi untuk saling mengamankan. Secara teknis di lapangan misalnya, kalau ada saksi dari calon walikota meninggalkan tempat saat perhitungan suara, maka saksi IP-NA akan membantu menjaga. Demikian pun sebaliknya.
Dengan hanya dua paslon, Irwan menyakini, kecil kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pilgub. Pasalnya, pengawasan lebih mudah dilakukan. Biar pun begitu, Irwan berharap semua lini termasuk masyarakat turut serta mengawasi pelaksanaan pilkada ini.
Ketua Tim Pemenangan IP-NA dari PKS Sumbar, M Yasin menyebutkan, kesiapan tim pengamanan sudah 95 persen. “Kita sudah latih saksi, tim advokat, Kepanduan dan sebagainya. SK untuk saksi juga sudah siap. Kesiapan pengamanan sudah 95 persen,” ujar M Yasin.
Untuk saksi, sepertinya Tim IP-NA sangat mengandalkan kader PKS. Pengurus Gerindra Sumbar yang juga Sekretaris Tim IP-NA, Novermal Yuskal menyebutkan, kader PKS terkenal solid dan teliti. “Kita dari Gerindra juga menyiapkan personel yang terkoordinasi dengan PKS. Sejauh ini, koordinasi kita baik-baik saja,” kata Novermal.
Di sisi lain, Wakil Sekretaris Timses MK-Fauzi, Zulkifli Chaniago menyebutkan, pihaknya menyiapkan ribuan personel dari lintas partai pendukung untuk mengamankan hasil pilkada. “Sudah ada orang-orangnya. Kita mengamankan orang dan dokumen, melibatkan 11 partai pendukung,” ujarnya.
Secara prinsip, pihaknya mengikuti dua model pengamanan. Pertama yang dilakukan pelaksana pilkada, yaitu KPU didukung aparat kepolisian dan lainnya. Tim MK-Fauzi juga melakukan pengamanan melibatkan satgas dan ribuan saksi di masing-masing TPS. Saksi MK-Fauzi akan mengamankan dokumen 24 jam full.
Soal pengamanan hasil Pilkada, Zukifli juga berharap semua pihak bisa terlibat. “Pesta demokrasi ini milik kita semua. Jadi, bagaimana pun hasilnya untuk kita bersama juga. Mari kita semua berperan mejaganya,” ajaknya. (rdo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s