Dua TPS di Padang Pemilihan Ulang

*Di Pasbar, Dua TPS Penghitungan Ulang
*Suara IP-NA Sulit Dikejar
Padang, Padek—Jelang memasuki penghitungan suara di tingkat kecamatan pada 14-15 Desember nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar dibuat terkejut dengan dua peristiwa.
Pertama dilakukannya proses pemungutan ulang (PSU) di dua tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Padang yaitu TPS 05 Kampung Lapai Nanggalo dan TPS 17 Ikuakoto, Kototangah, Padang. Selain itu adanya proses penghitungan ulang pada dua TPS di Pasaman Barat, masing-masing TPS 49 dan TPS 50.
Hal ini dibenarkan Ketua KPU Sumbar Amnasmen kepada Padang Ekspres di Padang, Sabtu (12/12) sore.
”Dari rekomendasi Bawaslu Sumbar jam 22.00 WIB, memang ada dua TPS yang terpaksa dilakukan pemungutan ulang (PSU) pada dua TPS di Kota Padang, dan dua TPS lakukan penghitungan ulang di Pasbar,” sebut Amnasmen.
Untuk dua TPS di Kota Padang, kata dia, diputuskan dalam rapat pleno yang dilakukan KPU Padang dengan KPU Sumbar pada Sabtu (12/12). ”Pada rapat itu dua TPS itu harus segera dilakukan PSU agar hak pilih masyarakat tidak hilang,” jelas Amnasmen.
Dijelaskannya, petugas kedua TPS di Padang itu kini terpaksa harus memfotokopi formulir C6, pasalnya formulir tersebut sudah habis dibagikan pada pemilih saat waktu pemilihan.
Dia memperkirakan pelaksanaan PSU di dua TPS itu pada Minggu (hari ini, red), dan pelaksanaan PSU tersebut diawasi oleh KPU Sumbar. ”Siapa yang mengawasinya saya tidak tahu persis, soalnya saya ke Jakarta pada hari itu. Pokoknya ada di antara rekan-rekan dari KPU Sumbar yang bakal mengawasinya,” sebut Amnasmen.
Untuk Pasaman Barat, lanjutnya, malah sedang berlangsung penghitungan suara ulang masing-masing TPS 49 dan TPS 50.
“Dari dua TPS itu belum tahu hasilnya. Silakan saja teman-teman wartawan tanya langsung KPU bersangkutan apakah sudah selesai penghitungan ulangnya atau belum. Saya pun belum dapat hasilnya,” tambahnya seraya berharap pemilih di kedua TPS tersebut mau datang ke masing-masing TPS yang lakukan PSU tersebut.
Ketua Bawaslu Sumbar Elly Yanti saat dihubungi terpisah mengakui, dari semua kabupaten kota yang menggelar pilkada serentak di Sumbar pada 9 Desember lalu, baru dua daerah yaitu Kota Padang dan Kabupaten Pasaman Barat yang terjadi pelanggaran.
“Untuk Kota Padang kami rekomendasikan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di dua TPS yakni TPS 17 di Kototangah, dan TPS 05 Kampung Lapai. Sedangkan dua TPS yang melakukan penghitungan suara ulang adalah TPS 49 dan TPS 50 di Kecamatan Sungai Aur Pasbar,” sebut Elly Yanti.
Dasar dilakukannya penghitungan ulang di dua TPS itu karena terlalu cepat melakukan penghitungan surat suara.”Padahal dalam aturannya, penghitungan itu baru bisa dilakukan seusai waktu pemilihan yakni jam 13.00 WIB. Namun panitia di TPS bersangkutan justru menghitungnya sebelum waktunya atau sebelum jam 13.00, kendati hal itu disetujui para saksi,” jelas Elly.
Sedangkan satu TPS di Kecamatan Pauh yang sebelumnya diperkirakan juga akan PSU, terang Elly nyatanya tidak jadi. “Alasannya setelah dipelajari dan diteliti, ternyata tidak jadi pelanggaran dan Bawaslu maupun Panwas setempat merekomendasikan hal tersebut kepada KPU Sumbar dan KPU Kota Padang,” tegas Elly.
Hari Ini Mencoblos Ulang
Ketua KPU Kota Padang M Sawati membenarkan pemungutan suara ulang di dua TPS tersebut. ”PSU ini digelar sesuai dengan keputusan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Padang tanggal 11 Desember 2015 yang suratnya diterima KPU Padang, tanggal 12 Desember 2015 pagi. PSU ini akan digelar Minggu (13/12/2015),” ungkap Sawati.
Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum KPU Padang, Riki Eka Putra, menambahkan, pertimbangan yang dipakai Panwaslih Padang untuk menggelar PSU ini yakni Pasal 59 Ayat 2 huruf e Peraturan KPU No 10 Tahun 2015, yang berbunyi, lebih darisatu pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih mendapat kesempatan memberikan suara pada TPS.
”Untuk TPS 17 Ikuakoto, kita di KPU Padang sebenarnya tak terlalu banyak perdebatan dengan merujuk Pasal 59 PKPU 10/2015 ini. Karena, disitu memang terdapat dua pemilih dari Lubukbasung, Agam yang mencoblos tanpa surat pindah pemilih,” terang Riki.
Sementara, untuk TPS 05 Kampung Lapai, KPU Padang agak sulit menerima keputusan Panwaslih Padang dengan No 43/BA-Panwas/PDG/XII/2015 yang meminta digelarnya PSU ini.
“Karena, ketiga pemilih yang salah tempat memilih itu, merupakan warga setempat. Ketiganya terdaftar sebagai pemilih di TPS 06, namun mencoblos di TPS 05,” tambah Riki.
Dikatakan Riki, poin yang jadi pertimbangan KPU Padang untuk menyetujui menggelar PSU di TPS 05 Kampung Lapai, adalah faktor adanya lebih dari satu pemilih ini.
“Logistiknya langsung kita siapkan dan didistribusikan ke kedua TPS tersebut. KPPS tetap harus menggelar gladi resik, mendirikan lokasi TPS dan persiapan lainnya. Kita keroyokan menyiapkan kelengkapan TPS ini mulai dari KPU, PPK, PPS dan KPPS,” terang Riki.
Penghitungan Suara Ulang
Dibagian lain, Anggota KPU Pasaman Barat bidang Hukum, Baldi menyebutkan dua TPS di Pasbar yang lakukan penghitungan suara ulang tersebut di TPS 49 dan TPS 50, di Kecamatan Sungai Aur.
Pada TPS 49, jumlah pemilihnya 322 orang yang terdaftar dalam DPT. Sebanyak 294 orang yang gunakan hak pilihnya.
”Sedangkan untuk TPS 50, jumlah pemilihnya tercatat 172 orang, sedangkan yang gunakan hak pilihnya 150 orang dan pemilih yang gunakan KTP sebanyak 13 orang,” jelas Baldi.
Sementara Ketua Panwaslu Pasbar Asril menyampaikan, penyebab dilakukan penghitungan suarat suara itu dipicu belum saatnya dilakukan penghitungan surat suara. Tapi panitia sudah melakukan penghitungan suarat suara. Sehingga dengan kejadian itu menjadi temuan dari Panwascam setempat.
Selanjutnya, dilakukan tindaklanjut atas temuan tersebut. Yakni temuan itu direkomendasikan Panwaslu Pasbar ke KPUD Pasbar untuk dilakukan penghitungan surat suara. Karena saat Rabu (9/12) lalu pemilih sudah habis melakukan pencoblosan sekitar pukul 09:30 WIB.
Kemudian setelah ditunggu panitia beberapa jam dan tidak ada lagi pemilih yang datang. Akhirnya, panitia bersama semua saksi tidak sabar dan mengambil kebijakan melakukan penghitungan surat suara sekitar pukul 11:30 WIB. Sementara, dalam aturan PKPU, sebelum pukul 13:00 WIB penghitungan tidak boleh dilakukan.
“Penghitungan surat suara ulang itu dilakukan setelah ada temuan dari Panwascam Sungaiaur. Akhirnya kita rekomendasikan ke KPUD Pasbar untuk dilakukan penghitungan suarat suara ulang,” kata Asril.
Dari penghitungan hasil suara itu tidak ada yang berubah baik itu suara Pilkada Gubernur/Wagub dan Bupati/Wabup. Hingga pukul 19:40 proses penghitungan masih berlangsung untuk TPS 49. Sementara di TPS 50 sudah dilakukan penghitungan surat suara.
Sementara, Komisioner KPU Pasbar Abdul Gafur menmbenarkan adanya penghitungan ulang surat suara tersebut. Itu dilakukan setelah ada rekomendasi dari Panwaslu Pasbar dengan alasan belum masuk waktu untuk menghitung hasil suara, tapi panitia sudah memulainya.
“Dari hasil suara itu tidak ada yang meleset dari data awal. Cuma karena tidak sesuai aturan, makanya dilakukan penghitungan ulang surat suara,” kata Abdul Gafur.
Pantauan Padang Ekspres di lapangan, pelaksanaan penghitungan ulang surat suara itu berlangsung aman dan sukses. Sekitar pukul 20:20 WIB penghitungan surat suara ulang masih berlangsung. Sejumlah aparat kepolisian juga terlihat berjaga-jaga di lokasi untuk pengamanan.
Hasil suara di TPS 50 yang sudah dihitung itu adalah untuk Calon Gubernur/Wagub Sumbar nomor urut 1 MK-FB sebanyak 40 suara dan nomor urut dua IP-NA sebanyak 119 suara. Selanjutnya untuk Calon Bupati/Wabup Pasbar nomor urut 1 Hamka, sebanyak 35 suara. Kemudian nomor urut dua ZR sebanyak 22 suara dan nomor urut 3 SAIYO sebanyak 104 suara.
Makin tak Terkejar
Di sisi lain, perolehan suara diraih pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Sumbar nomor urut 2, yakni Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) sulit bisa terkejar oleh paslon gubernur dan wakil gubernur Sumbar nomor urut 1 yaitu Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FZ).
Lebih dari itu, masyarakat banyak tampaknya juga memaklumi hal tersebut. Sebab dalam tiga hari sesudah pemilihan, angka perolehan suara IP-NA nyatanya mendominasi sejumlah daerah di Sumbar ini, dan jauh meninggalkan perolehan suara paslon MK-FZ.
Sedangkan Ketua KPU Sumbar Amnasmen melihat hal itu berdasarkan hasil rekapitulasi C1 yang diterima KPU Sumbar yang dikirim KPU kabupaten kota secara terus menerus pasca-pemilihan dilangsungkan sejak Rabu lalu.
“Walau pun masyarakat melihat perkembangan perolehan suara dari berbagai lembaga survey, bahkan paslon pun berkeyakinan hal yang sama, namun bagi KPU Sumbar hal yang pasti tentang perolehan suara para paslon itu ditentukan hasil rekap dari kabupaten kota,” sebut Amnasmen.
Dari rencana yang ada, katanya, hasil rekap dari kabupaten kota itu akan masuk ke KPU Sumbar pada 16-17 Desember ini. Setelah itu direkap lagi di KPU Sumbar. “Barulah kami memastikan siapa yang menang dalam pilkada serentak ini, terutama untuk pilgub,” sambung Amnasmen.
Dia mengakui bahwa saat ini belum semua kabupaten kota yang selesai rekapnya di tingkat kecamatan, karena jadwalnya yang demikian. Walau begitu, kata mantan Ketua KPU Kota Solok itu, pihaknya akan terus memantau pergerakan rekap suara tersebut agar tidak terkendala.
Apa yang disebutkan Amnasmen itu cukup beralasan mengingat dari kabupten kota yang sudah mengirimkan hasil scan C1-nya hanya satu daerah yang masih di bawah 35 persen, lainnya sudah mencapai 90 – 100 persen.
“Satu daerah yang dapat perhatian khusus KPU Sumbar itu adalah KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai. Soalnya dari informasi yang saya dapat pada pukul 22.00, Mentawai ini baru 30,22 persen pengiriman rekapitulasinya,” jelasnya.
Sementara informasi yang didapat dari data hasil rekap scan formulir model C-1 sementara KPU pada pukul 22.00, diketahui perolehan suara yang diraih pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Sumbar nomor urut 2, yakni Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) tampaknya cukup sulit terkejar oleh paslon gubernur dan wakil gubernur Sumbar nomor urut 1 yaitu Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FZ).
Pada hasil scan itu, perolehan suara untuk paslon nomor 1, Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) sebesar 1.132.865 suara (58,75 persen). Sedangkan paslon nomor urut 2, Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FZ) memperolehan 795.366 suara (41,25 persen). Hal ini sesuai data yang masuk kedalam situs KPU itu sudah mencapai 96,10 persen (10.687 dari 11.121 TPS).
Selain itu KPU Sumbar juga mencatat jumlah pemilih pilgub tahun ini pada pukul 22.00 itu mencapai 3.402.735 orang pemilih. Sedangkan pengguna hak pilih mencapai 2.009.290 pemilih dengan tingkat pastisipasi baru mencapai 59,05 persen. Adapun jumlah pemilih dengan disabilitas yang menggunakan hak pilih sebanyak 2.320 jiwa. (zil/roy)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s