Ketua Partai Golkar Bertumbangan

Edi Indrizal: Imbas Konflik Internal Partai
Padang, Padek—Hasil pilkada 13 kabupaten/kota plus provinsi di Sumbar menjadi pukulan telak bagi Partai Golkar Sumbar. Beberapa ketua dan tokoh partai berlambang pohon beringin hampir dipastikan kalah dalam pilkada kali ini.
Di pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar, tokoh Partai Golkar Muslim Kasim yang berpasangan dengan mantan wali kota Padang Fauzi Bahar, gagal meraup dukungan publik Sumbar. Pasangan calon (paslon) nomor urut satu ini hanya meraih suara sekitar 41,31 persen, sedangkan paslon nomor urut dua Irwan Prayitno-Nasrul Abit meraih 58,69 persen suara berdasarkan form Model C1 yang dirilis KPU RI.
Kegagalan Partai Golkar di pilgub Sumbar juga terjadi di hampir 13 kabupaten/kota di Sumbar. Data yang dirangkum Padang Ekspres, beberapa ketua DPD Partai Golkar hampir dipastikan gagal. Sebut saja Desra Ediwan Anan Tanur (ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Solok).
Lalu, Alirman Sori (ketua DPD Partai Golkar Pesisir Selatan), Benny Utama (ketua DPD Partai Golkar Pasaman), termasuk Zulkenedi Said (sekum DPD Partai Golkar Sumbar). Sedangkan nasib Ketua DPD Partai Golkar Solok Selatan, Khairunas, kini berada di ujung tanduk. Berdasarkan rekapitulasi suara TPS (model C1) yang dirilis KPU RI, mantan Ketua DPRD Solsel ini hanya meraih 49,73%, sedangkan rivalnya Muzni Zakaria-Abdul Rahman unggul dengan 50,27%.
Begitupun di Dharmasraya, cabup yang diusung Partai Golkar Adi Gunawan, juga kalah oleh cabup yang diusung PDIP-Partai Hanura. Hanya Ketua DPD Partai Golkar Tanahdatar Zuldafri Darma yang tak lain wakil dari cabup Irdinansyah Tarmizi (politisi senior Partai Golkar Sumbar), berhasil mengungguli paslon lain.
Pengamat politik dari FISIP Unand, Edi Indrizal menilai, semua ini tak terlepas dari kemelut yang melanda Partai Golkar secara nasional. Kondisi itu mempengaruhi persiapan parpol menghadapi pilkada serentak.
“Persoalan itu terjadi mulai dari tahapan pre-election dalam menjaring dan menetapkan calon, sampai tahapan election Partai Golkar. Mau tak mau mengganggu hampir semua persiapan Partai Golkar, termasuk soal administratif calonnya,” sebut Edi Indrizal.
Kondisi itu berimbas tak maksimalnya mesin politik partai. Akibatnya, sosialisasi dan kampanye pemenangan paslon berantakan. ”Ini tidak terjadi pada pilkada periode sebelumnya. Pilkada serentak 2010 lalu, Partai Golkar banyak memenangkan pilkada,” kata Edi Indrizal.
Pengamat politik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Nora Eka Putri tidak menampik dualisme kepengurusan di Partai Golkar sebagai pemicu bertumbangnya tokoh-tokoh Partai Golkar di Sumbar. Selain itu, Nora menilai Peraturan KPU No 7 Tahun 2015 yang membatasi paslon berkampanye, juga berpengaruh. “Paslon Partai Golkar rata-rata incumbent, lewat aturan ini perlakuannya sama dengan paslon lainnya. Dengan begitu, peluang menang antara paslon sama besar,” ujarnya.
Edi Indrizal menambahkan, hasil pilkada kali ini dipengaruhi dua faktor penentu. Pertama, kentalnya sikap primordial masyarakat di daerah. “Dulunya, Adi Gunawan bisa mengalahkan Marlon karena ada dukungan dari Raja Dharmasraya. Tapi kenyataannya kini, Adi Gunawan harus mengakui keunggulan Sutan Riska yang tidak lain anak dari Raja Dharmasraya itu sendiri,” sebut Edi.
Kedua, faktor kedekatan kepada masyarakat. Contoh ini bisa dilihat pada Kota Solok. Di daerah ini yang menang justru mantan wakil wali kota, Zul Elfian. Sedangkan Irzal Ilyas yang notebene ketua partai dan incumbent wali kota, harus mengakui kemenangan mantan wakilnya itu. “Tak dipungkiri kemenangan Zul Elfian berkat kedekatannya dengan masyarakat di kota tersebut. Beda dengan Irzal Ilyas yang juga putra asli di kota itu,” ujar Edi yang juga Koordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) Wilayah Sumbar, Riau, Kepri ini.
Selain itu, dalam pilkada kali ini juga diwarnai “kebangkitan” para mantan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Di Pasaman, mantan bupati Yusuf Lubis berhasil mengalahkan incumbent Benny Utama, di Pasaman Barat ada mantan bupati Syahiran, di Kabupaten Solok Gusmal dan di Limapuluh Kota Irfendi Arbi, mantan wakil bupati.
Pasbar-Agam Belum Tuntas
Di sisi lain, rekapitulasi suara pilkada 13 kabupaten dan kota di Sumbar, menyisakan dua kabupaten lagi yang belum selesai memasukkan data formulir C1 KPPS ke website KPU. Yakni Pasaman Barat dan Agam. Sedangkan 11 kabupaten dan kota lainnya telah selesai 100 persen. Di samping itu, untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar, suara masuk baru 98,64% karena entry dari Pasaman Barat, Mentawai dan Agam belum selesai.
Kemarin (14/12), satu daerah lagi yang menuntaskan entry data ke situs https://pilkada2015.kpu.go.id, yakni Pesisir Selatan. Suara 1.182 TPS sudah masuk dari 15 kecamatan, dan pasangan calon nomor urut tiga Hendrajoni-Rusma Yul Anwar tetap memimpin dengan 90.776 suara atau 46,65% dari 195.234 total suara sah. Pasangan yang diusung Partai Gerindra, PAN dan NasDem tersebut, mengalahkan pasangan Editiawarman-Bakri Bakar yang memperoleh 59.186 suara (30,42%), Alirman Sori-Raswin 31.747 suara (16,31%) dan Burhanuddin-Novril Anas 12.883 suara (6,62%).
Sementara untuk Kabupaten Agam, suara yang masuk hanya terjadi pertambahan dari 6 TPS dibandingkan sehari sebelumnya 1.121 TPS, menjadi 1.127 TPS dari total 1.132 TPS. Data masuk baru 99,56% karena suara dari Ampeknagari, Lubukbasung dan Tilatangkamang belum masuk seluruhnya. Pasangan nomor urut 2 Indra Catri-Trinda Farhan Satria masih unggul dengan 93.783 suara (53,58%), sedangkan Irwan Fikri-Chairunas meraih 81.238 suara (46,42%).
Sama halnya dengan Pasaman Barat, sampai tengah malam tadi, suara yang masuk baru
93,18 % dari 751 TPS, sementara total TPS 806. Data dari 11 kecamatan yang belum penuh masuk dari Pasaman dan Kinali. Pasangan calon nomor urut 3 Syahiran-Yulianto masih unggul dengan 57.509 suara (38,95%), disusul Zulkenedi Said-Risnawanto 50.093 suara (33,93%) dan Hamsuardi-Kartuni 40.046 suara (27,12%).
KPU menyebutkan, rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan KPPS yang ada di website https://pilkada2015.kpu.go.id itu, masih bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya. (zil/rdo/esg)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s