Empat Wakil Rektor Unand Diganti

unand wr baruPadang, Padek—Perombakan besar-besaran terjadi pada susunan organisasi tata kerja (SOTK) di Universitas Andalas di bawah kepemimpinan Rektor Prof Dr Tafdil Husni, Senin (4/12). Empat wakil rektor, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjamin Mutu (LP3M), ketua Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) dan Direktur Pascasarjana diganti.
Serah terima jabatan dan pengambilan sumpah dilakukan di gedung Convention Hall, Unand. Dari delapan pejabat yang dilantik itu, tujuh adalah wajah baru. Hanya Dr Achmad Syafuddin Indrapriyatna yang kembali dilantik untuk posisi Ketua LPTIK.
Tujuh pejabat baru itu Prof Dr Dachriyanus, guru besar Fakultas Farmasi menjabat Wakil Rektor I, menggantikan Dr Ir Febrin Anas Ismail. Kemudian Prof Dr Asdi Agustar MSc dari Fakultas Peternakan sebagai Wakil Rektor II, menggantikan Prof Dr Herri.
Prof Dr Ir Hermansyah dari Fakultas Pertanian sebagai Wakil Rektor III, menggantikan Dr Ir Aprisal. Kemudian Dr Ir Endry Martius dari Fakultas Pertanian sebagai Wakil Rektor IV menggantikan Prof Helmi.
Ketua LPPM yang sebelumnya dijabat Prof Dr Herwandi, diganti Dr Ing Ir Uyung Gatot S Dinata. Sedangkan ketua LP3M yang sebelumnya dijabat Dr Mansyurdin digantikan Dr Yulia Hendri Yeni. Direktur Pascasarjana yang sebelumnya dijabat Prof Syafruddin Karimi diganti Prof Dr Ir Rudi Febriamansyah.
Para pejabat baru ini menandatangani kontrak kinerja yang berisikan 8 poin kesepakatan. Yaitu, komitmen kuat melaksanakan Renstra Bisnis Unand dan Program Rektor, siap meningkatkan mutu pelayanan, siap menyelenggarakan tata kelola kelembagaan, melakukan koordinasi iklim kerja yang partisipatif, menunjukkan integritas, kinerja, tanggung jawab, dan tata krama yang baik dalam kehidupan kampus.
Harus siap dievaluasi sesuai mekanisme dan standar penilaian yang berlaku. Jika terbukti tidak mampu, pejabat yang dilantik diharuskan bersedia menyerahkan jabatannya kepada Rektor.
Tafdil Husni meminta kabinetnya mempertahankan sejumlah prestasi yang diraih kepemimpinan sebelumnya. Di antaranya, akreditasi A, pengelolaan keuangan wajar tanpa pengecualian (WTP), meningkatnya publikasi penelitian dosen dan prestasi mahasiswa.
“Prestasi ini tidak boleh membuat seorang pemimpin cepat puas. Kualitas ini harus terus ditingkatkan sejalan dengan visi misi rektor,” ujar Tafdil.
Tafdil menyadari Unand belum masuk 10 besar universitas terbaik se-Indonesia. Unand hanya posisi 12 dari 3.000-an PTN dan PTS. “Ini harus menjadi catatan kita bersama,” tegasnya. (cr12)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s