Sepatu Irfendi Sempit, Berat Badan Suhatri Bur Naik

Serba-serbi Pelantikan Kepala Daerah di Sumbar
SERBA SERBI LIMAPULUH KOTAHari ini (17/2), jelas menjadi momen bersejarah bagi 12 bupati/wakil bupati dan wali kota/ wakil wali kota di Sumbar. Ya, para kepala daerah terpilih bakal dilantik Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Gubernuran Sumbar. Bagaimana persiapan mereka jelan pelantikan.
Bupati Limapuluh Kota terpilih Irfendi Arbi berjalan kaki di pasar Payakumbuh, Minggu siang (14/2). Bersama sang istri, Monalisa yang pernah bekerja di BPR Harau, Irfendi Arbi mendatangi sejumlah toko yang menjual dasi. ”Saya mau cari dasi hitam,” kata Irfendi kepada sejumlah pemilik toko.
Para pemilik toko itu terkaget-kaget, karena jarang sekali, kepala daerah mau membeli dasi di tempat mereka. ”Biasanya petinggi daerah itu kan beli dasinya selalu di Jakarta. Karena sebagian mereka menggangap rendah kualitas dasi yang dijual di Payakumbuh. Namun, Pak Irfendi ini berbeda. Walau sudah jadi bupati, tapi beli dasinya tetap di daerah,” kata sejumlah pedagang.
Irfendi Arbi yang ditanya Padang Ekspres, Selasa siang (16/2), sebelum bertolak ke Padang, hanya tersenyum mendengar itu. ”Ya, saya memang beli dasi di pasar Payakumbuh. Karena di tempat kita ini, kan sebenarnya sudah lengkap. Buat apa harus ke luar daerah? Kalau kita beli di sini, yang berputar kan roda ekonomi masyarakat kita juga. Kalau ada yang jual dasi di Mudiak, Sarilamak, atau Lareh Sago Halaban, mungkin saya juga mau beli di sana,” kata Irfendi.
Sebenarnya, tidak hanya dasi saja yang dibeli Irfendi di pasar Payakumbuh. Jas dan celana putih yang dipakainya saat dilantik Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada hari ini, juga dibeli di kota tersebut. ”Untuk jas dan celana, dipesan keluarga di kawasan Koto Nan Ompek. Ini sedang saya coba memakainya, mudah-mudahan pas ukurannya,” kata Irfendi, sambil tertawa.
Kendati memakai jas dan celana produk Payakumbuh, namun untuk urusan sepatu Irfendi Arbi harus ”angkat tangan”. ”Untuk sepatu, karena warnanya putih dan sulit ditemukan di Payakumbuh, terpaksa saya beli di Bukittinggi. Itu pun agak sempit sedikit. Topi yang saya pakai juga besar dikit. Tapi, tidak apa. Kita syukuri saja. Karena masih syukur, kita pakai sepatu. Sedang di luar sana masih banyak saudara kita yang butuh kaus kaki,” kata Irfendi.
Lantas, berapa total harga jas, celana, dasi, sepatu dan topi yang dipakai Irfendi hari ini? Irfendi belum menanyakan kepada keluarga. Dia juga belum tahu, apakah segala perlengkapam pelantikan itu dianggarkan daerah? ”Biasanya, kan memang dianggarkan daerah. Namun untuk saat ini, masih disiapkan keluarga. Belum tahu, apakah nanti dianggarkan daerah,” kata Irfendi.
Sama halnya dengan Irfendi, Ferizal Ridwan juga membeli jas, sepatu, dasi dan celana di Payakumbuh. ”Semuanya, disiapkan Bagian Umum, Setkab Limapuluh Kota. Kabarnya dipesan di Koto Nan Ompek. Harga sepatu hanya sekitar Rp 300-an ribu,” kata Buya Feri, saat dihubungi, kemarin sore.
Ali Mukhni Pakai yang Lama
Ali Mukhni, bupati Padangpariaman lain lagi. Dia memilih menggunakan baju lama. ”Baju lama yang ada saja dipakai. Biar pas. Mulai dari atas sampai ke bawah memakai pakaian lama,” ungkap Ali Mukhni dihubungi Padang Ekspres kemarin.
Baginya bukan baju baru menjadi standar memulai langkah memegang tongkat pimpinan, namun bagaimana menjalankan visi dan misi yang selama ini telah dijanjikan. Selain itu, juga menampung persoalan rakyat untuk segera mungkin dituntaskan. ”Ini pesan keluarga. Jadikan lima tahun ke depan sebagai amanah baru masyarakat yang harus dijalankan,” ujarnya.
Ditanya langkah awal yang dilakukan usai pelantikan, bupati berbadan kecil ini langsung memberi warning pada persoalan galian C ilegal. ”Insya Allah usai pelantikan kita sikat semuannya. Tambang liar itu tidak akan ada ampunnya,” sebut suami Rena Ali Mukhni itu.
Lantas bagaimana dengan Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur. Dia mengaku, jelang pelantikan berat badannya terus menanjak. Hal itu tak lepas banyaknya kegiatan yang dihadirinya yang selalu disertai makan. ”Undangan Maulud Nabi, baralek dan kegiatan lainnya selalu dihadiri. Sehingga, badan semakin membesar. Dulu sempat turun. 100 kg paling tinggi. Kini naik 103 kg. Normalnya tetap di bawah 100 kg,” ujarnya.
Dia juga menyebut, istri dan anak-anaknya berpesan agar dia tak berubah seusai dilantik. ”Mereka tidak mau, panggilan Aciak yang selama ini menjadi panggilan di semua lapisan berubah. Mereka ingin Aciak seperti Aciak yang dulu. Seorang ayah dan suami yang bersahaja yang sangat perhatian pada keluarga,” ungkapnya.
Ramlan Kerja Nyata
Sementara Ramlan Nurmatias, wali kota Bukittinggi, mengaju sudah mempersiapkan semuanya sebelum pelantikan. ”Soal pakaian dan jas, sudah dipesan di tempat langganan yang biasa saya pesan. Penjahitnya orang awak juga,” ujar Ramlan.
Usai dilantik jadi wali kota, Ramlan mengaku langsung bekerja sesuai visi dan misinya yang sudah disampaikan kepada masyarakat. ”Bekerja dan kerja nyata adalah satu-satunya solusi untuk menjadikan kota dan warga Bukittinggi lebih baik,” ujar Ramlan.
Bekerja dan kerja nyata itu, menurut Ramlan, juga sangat ditekankan keluarganya bila dipercaya masyarakat jadi pemimpin. Namun yang tidak kalah pentingnya jangan sesekali melanggar hukum dan berjalan di rel yang sudah ditentukan. ”Insya Allah, semua pesan-pesan keluarga tersebut akan saya laksanakan dalam mimimpin Bukittinggi,” katanya. (frv/cc/edi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s