Bripka Seladi

bripka seladiMENCARI orang jujur di negeri ini terasa lebih sulit dari menemukan jarum dalam tumpukan jerami. Begitulah saking sulitnya. Memang banyak orang bertampang bak seorang tanpa dosa, namun kalau bicara kejujuran, jangan terlalu banyak berharap. Bisa jadi hanya bentuk kamuflase menyembunyikan kejahataannya.
Namun apa yang dilakukan seorang Brigadir Kepala (Bripka) Seladi, anggota kepolisian bekerja di bagian urusan SIM Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polres Malang Kota, patut diacungi jempol. Bukan apa-apa, kehadirannya jadi sejumput asa bahwa masih ada orang-orang jujur di negeri ini. Di negeri katanya surga para koruptor, bandar narkoba, predator seks dan pembunuh berdarah dingin.
Bripka Seladi memang bukanlah siapa-apa. Hanya lah seorang penegak hukum bergaji kecil yang sudah 16 tahun mengabdi kepada negara ini. Kendati bergaji kecil, namun bukan berarti Bripka Seladi memanfaatkan kewenangannya. Padahal, selaku petugas mengurus SIM, pastilah terbuka kesempatan bagi dia memperkaya diri. Tapi itulah Bripka Seladi, dia seakan “mengharamkan” sesuatu yang tak patut bagi dia.
Alih-alih menerima suap berupa uang, makanan, atau apalah namanya, Bripda Seladi mengambil pilihan tak biasa. Bahkan, bagi orang tak berpunya sekalipun, pastilah berpikir beribu-ribu kali melakukannya. Ya, memilih nyambi jadi pemulung. Bagi dia, pekerjaan tak biasa itu lebih mulia ketimbang menikmati sesuatu yang bukan miliknya. Biarpun awal-awalnya sempat mendapat penolakan dari orang terdekatnya (sang istri, pen), namun Bripka Seladi tetap jalan.
Tepat tahun 2014, keputusan tak biasa itu kali pertama dia jalani. Persoalannya, tak jauh-jauh dari masalah keuangan keluarga kecilnya. Kala itu, usai piket malam di kepolisian, Bripka Seladi mulai memilah dan memungut sampah di Mapolresta Malang. Begitu seterusnya, selepas bertugas pastilah Bripka Seladi memungut sampah guna menambah keuangan keluarganya.
“Saya kasih contoh ke anak saya. Saya belum pernah menerima suap apa pun, anak istri saya sudah terlatih,” ujar Seladi dalam salah satu kesempatan. Kesederhanaan juga diperlihatkan Bripka Seladi dengan menggunakan sepeda bututnya setiap kali pergi bertugas. Bagi dia, naik sepeda bekerja, selain menyehatkan, juga menghemat pengeluaran.
Nah, berkat keserderhanaan dan kejujuran yang ditunjukkannya, Bripka Seladi memperoleh apresiasi luas dari berbagai pihak. Sampai-sampai dia duduk berdampingi dengan Ketua DPR RI Ade Komarudin, sewaktu memperoleh piagam kejujuran secara resmi dari DPR RI. Saking terkesannya Akom —panggilan Ade Komaruddin— sampai-sampai mensejajarkan Bripka Seladi dengan sosok mantan Kapolri Jenderal (purn) Hoegeng nan terkenal jujur itu.
Kemunculan sosok Bripka Seladi jelas juga menguntungkan bagi institusinya. Harus diakui bahwa institusi ini satu ini sudah banyak melakukan perubahan. Namun, munculnya kasus-kasus mencoreng institusi kepolisian belakangan ini, harusnya juga menjadi bahan renungan bagi kepolisian. Bahwa, belum sepenuhnya perubahan itu benar-benar dijalankan jajarannya sampai ke daerah-daerah.
Seperti munculnya kasus perampokan nasabah bank di Sawahlunto diduga melibatkan empat oknum anggota kepolisian. Hanya tergoda uang senilai Rp 126 juta, semua kehormatan dan kebanggaan sebagai seorang aparat penegak hukum, begitu saja digadaikan. Padahal, berapalah arti uang Rp 126 juta ketimbang keuntungan yang diperoleh dengan melanggar hukum tersebut.
Sekali lagi, kemunculan Bripka Seladi harusnya menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua. Ternyata di negeri yang sama-sama kita cintai ini masih ada orang-orang jujur. Orang-orang yang berani melawan arus guna mempertahankan kejujuran. Sekarang janganlah kita berbicara soal kejujuran, nyatanya kita sendiri belumlah jujur. (*)
Pandeka2005@yahoo.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s