Menyigi Denyut Pembangunan di Nagari Lambuangbukik, Padang

Kenyang Janji Pejabat, Swadaya Bangun Jalan Senilai Rp 100 Juta
Hinggar binggar perayaan HUT ke-348 Kota Padang, seakan tak terasa di Kelurahan Lambuangbukik, Kecamatan Pauh, Padang, khususnya Kampung Sungkai. Ketertinggalan masih menghiasi penduduk setempat, bahkan sekitar 55 kepala keluarga (KK) belum tersentuh aliran listrik.
”Kami belum sepenuhnya merdeka,” seloroh Basril, ketua RT 03/RW 2 Sungkai di sela-sela peluncuran produk organik kerja sama Kelompok Tani Sungkai Permai dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Tematik Organik Universitas Andalas, di Kampung Sungkai, Rabu (9/8).
Sebetulnya Basril bukan mengada-ada. Namun, kenyataannya memang begitu. Paling kentara terlihat masih banyaknya warga setempat yang belum merasakan terang benderangnya aliran listrik. Menurut penghitungannya, paling kurang terdapat 55 KK belum tersentuh listrik walaupun warga setempat difasilitasi Kelurahan Lambungbukik sudah berulang kali menyurati pihak PLN.
”Kalau siang hari, denyut kehidupan di daerah kami bisa berjalan normal. Namun bila malam hari, perkampungan ini gelap gulita. Masyarakat hanya menghandalkan lampu dama sebagai alat penerangan. Kondisi ini sangat dirasakan anak-anak Kampung Sungkai yang masih menempuh jenjang pendidikan. Semangat belajar mereka sebetulnya sangat tinggi, tapi apa daya mereka dihadapan pada keterbatasan ini,” lanjut Basril.
Saat ini, terdapat 61 putra daerah setempat tengah menempuh jenjang pendidikan. Terdiri dari, SD 40 orang, SMP 10 orang, SMA 5 orang dan perguruan tinggi 6 orang. Umumnya, tunas bangsa ini harus menempuh perjalanan sampai belasan km untuk sampai ke sekolah mereka. Satu-satunya sekolah negeri paling dekat adalah SDN No 10 Lambungbukik, sekolah ini berjarak beberapa km dari Kampung Sungkai.
Infrastruktur jalan, juga menjadi kendala bagi masyarakat setempat. Mujurnya, sejak awal tahun ini, denyut pembangunan jalan di kampung ini mulai menggeliat. Tepatnya, seiring Lambuangbukik dipimpin Lurah Yusrizal. Mengusung misi menjadikan Lambungbukik bangkit, ekonomi terangkat dan menjadi daerah wisata, Yusrizal memberdayakan masyarakat setempat dengan membangun jalan secara swadaya.
Tercatat, sepanjang tahun ini sudah dibuka dan dibangun jalan sepanjang 3 km dengan total dana swadaya masyarakat Rp 100 juta. Lebar jalan dulunya hanya 1,5 meter, sekarang diperlebar menjadi 8 meter. Perihal, terbukanya kesadaran masyarakat membuka jalan ini, berawal dari kegiatan manunggal awal tahun ini. Waktu itu, berhasil dibuka jalan 260 meter.
”Pembangunan dan pembukaan ruas jalan ini murni berasal dari swadaya masyarakat. Jumlahnya mencapai Rp 100 juta. Kita tak bisa terlalu berharap pada bantuan pemerintah, karena sejauh ini baru sekadar janji-janji saja. Beberapa pejabat pemerintah memang sudah sering datang ke sini, cuma saja belum ada realisasinya,” ujar Suratman yang juga ketua Kelompok Tani Sungkai Permai.
Kini, seiring mulai lebarnya ruas jalan di sana, kendaraan roda empat mulai bisa menembus Kampung Sungkai. Suratman didampingi wakilnya Syamsir berharap ruas jalan yang sudah dibuka ini bisa diaspal atau dibeton secepatnya. ”Tentunya, kita berharap dukungan pemerintah guna membantu pengaspalan ataupun betonisasi jalan ini. Dengan begitu, akses menuju Kampung Sungkai lebih lancar,” tukas dia.
Lurah Lambuangbukik Yusrizal mengamini apa yang menjadi keluhan masyaratnya. Khusus listrik, selama kemimpinannya (sejak Januari 2017, red), tercatat sudah dua kali surat diajukan ke PLN. Cuma saja, sejauh ini belum ada tanda-tanda aliran listrik masuk Kampung Sungkai. “Tapi, kita tetap mengusahakannya,” ujar dia.
Begitu pula soal pengaspalan atau betonisasi jalan warga. Pihaknya, kini sedang berupaya agar jalan yang sudah berhasil dibuka dan dibangun sekarang ini bisa diaspal dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan saja harapan masyarakat ini bisa terealisasi dalam waktu dekat,” tukas Yusrizal diamini Ketua KAN Pauh Martius Dt Palito Maharajo.
Belum masuknya aliran listrik ke Kampung Sungkai, berdasarkan informasi yang diperoleh Padang Ekspres, disebabkan panjangnya jaringan listrik yang akan dipasang di sana. Makanya, sekarang ini PLN Wilayah Sumbar menunggu dana dari PLN pusat.
KKN PM Unand Sangat Membantu
Keberadaan mahasiswa KKN PM Unand yang kini sedang berada di Kampung Sungkai, dinilai masyarakat sangat membantu. Lebih-lebih mahasiswa KKN kali ini juga sudah berhasil menghasilkan produk berupa pupuk organik, perbanyakan bibit cabai dan gaharu organik. Lalu, dekomposer bahan organik, pembuatan biogas dari limbah pertanian, demplot sayur organik. Selanjutnya, pembuatan teh gaharu organik, pembuatan nuget dari sayur-mayur organik dan jamur tiram.
“Pupuk organik yang dihasilkan ini, sudah layak dipasarkan seiring sudah adanya analisa unsur haranya dan di-packing (dikemas, red) secara lebih baik,” terang Ketua Tim KKN PPM Tematik Organik Lambungbukik 2017, Dr Ir Benni Satria MP diamini anggotanya Ir Syahyana Raesi MSc dan Prof Dr Ir Ardi MSc. Sembari menyebut, kegiatan ini dibiayai Kemenristek Dikti.
Menurut Benni, KKN PPM Tematik Organik Lambuangbukik 2017 ini, dibagi atas dua kelompok. Pertama, Lambungbukik, melibatkan Kelompok Tani Sungkai Permai berjumlah 87 orang. Untuk kelompok ini, diikuti 25 mahasiswa berasal dari 12 fakultas dari 15 fakultas yang ada di Unand dan dosen pembimbing lapangan (DPL) Ir Syahyana Raesi MSc.
“Untuk kelompok kedua, Batubusuk. Melibatkan kelompok tani Petamuan Jaya terdiri dari 30 orang dengan DPL-nya saya sendiri. Khusus kelompok ini, diikuti 25 orang mahasiswa,” ujar Benni yang sekarang tercatat sebagai sekretaris Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian. Kegiatan KKN PPM Tematik ini, berlangsung mulai 4 Juli-13 Agustus 2017. (rommi delfiano)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s